Definisi Wali Allah
Siapakah wali itu? Ada dua penjelasan tentang makna wali.
Pertama, kata al-wali merupakan bentuk superlatif dari subyek (fa’il), seperti kata al-‘alim yang sangat alim dan kata al-qadir yang sangat bertenaga. Maka kata al-wali yang orang yang sangat menjaga ketaatan kepada Allah tanpa tercederai oleh kemaksiatan atau memberi kesempatan pada dirinya untuk membeli maksiat.
Kedua, kata al-wali adalah subjek yang lebih penting, seperti kata al-qatil artinya yang terbunuh dan al-jarih mata yang terluka. Maka kata al-wali yang dimaksud orang-orang yang dijaga dan dilindungi oleh Allah Swt, dijaga terus-terus dari berbagai macam maksiat dan selamanya mendapat pertolongan Allah untuk selalu bersama taat.
Perlu diketahui kata al-wali diambil dari firman Allah Swt ,:
“Allah adalah pelindung (wali) orang-orang yang beriman” (QS Al-Baqarah [2]: 257).
“Dan dia melindungi (yatawalla) orang-orang yang saleh” (QS Al-A’raf [7]: 196).
“Engkaulah Penolong kami (maulana), maka tolonglah kami dari kaum yang kafir” (QS Al-Baqarah [2]: 286).
“Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah pelindung (maula) orang-orang beriman dan karena sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak memiliki pelindung” (QS Muhammad [47]: 11).
“Dan firman-Nya, Sesungguhnya penolong kamu (waliyyukum) adalah Allah dan Rasul-Nya” (QS Al-Maidah [5]: 55)
Menurut saya, ditinjau dari segi etimologis, al-wali berarti yang dekat. Saat seorang hamba dekat kepada Allah karena ketaatan dan keikhlasannya, maka Allah akan senantiasa dekat dengan, dengan limpahan rahmat, keutamaan, dan kebaikan, hingga mencapai jenjang al-wilayah (kewalian).
