Nasehat Sufi#3

QONA’AH

1. Orang yang tidak memiliki harta dan membutuhkannya disebut fakir. Dalam menyikapi kebutuhan harta tersebut, ada 5 keadaan: 
• Jika diberi harta dia tidak suka, enggan mengambilnya dan benci karena dia menjaga dirinya dari kejahatan, bahaya serta gangguan dan harta. Orang fakir golongan ini dinamakan orang ZUHUD, yaitu orang yang memandang berharga sama dengan memandang 
batu dan tanah. ini adalah tingkat tertinggi 
• Tidak gemar untuk harta dan tidak pula membencinya. Dia zuhud ruang simpan harta. Orang seperti ini adalah orang yang RIDLO.
• Suka untuk harta tidak ada, tapi kesukaannya itu tidak sampai ke rakus, yang selalu kurang dan ingin bertambah. Dia mau mengambil harta jika harta itu tidak syubhat dan halal secara mutlak. Orang seperti mi dinamakan QONAAH, yaitu menerima dengan senang apa yang ada ditangannya sendiri, apa yang sudah dimilikinya. 
• Tidak punya harta lantaran lemah tidak bisa mencarinya, dan seandainya masih bisa tentu akan dicarinya dengan bersusah payah. Dia akan sibuk mencarinya. Orang seperti ini menolak tidak punya harta, gan tergolong orang RAKUS dan 
tercela.
• Harta yang dibutuhkan itu memang benar-benar sangat dibutuhkan sebagai kebutuhan pokok, seperti orang yang dalam keadaan lapar dan tidak punya pakaian. Maka mencari harta dalam keadaan begitulah, sangat sangat ingin barang cinta, karena yang tidak dimiliki.


2. Wahai hamba Allah, berhentinya keinginan terhadap apa yang sudah diberikan kepadamu, dan tidak ada lagi keinginan untuk menambah dan yang sudah ada adalah sifat qonaahmu yang terpuji.
Ketahuilah bahwa qonaah itu adalah menerima dengan rela apa yang telah ada, memohon kepada Allah tambahan yang pantas disertai usaha karena mencari keridloan Allah, menerima dengan sabar akan takdir Allah, bertawakkal kepada-Nya, dan tidak tertarik oleh tipu daya dunia.
Yakinlah kamu bahwa qonaah adalah suatu sikap hidup yang harus dimiliki oleh setiap orang muslim, karena dengan ber-qonaah hati menjadi tenang, bahkan menjadi suatu modal yang tak pernah habis, dalam situasi dan kondisi apapun.


3. Sikap qonaah adalah suatu sikap yang dituntut oleh orang sufi, karena dengan sikap qonaah mereka dapat terhindar dari ajakan nafsu terhadap dunia dan kemewahannya, dan keinginan nafsu kepada dunia ini tidak akan pernah puas, bahkan akan membawa manusia untuk selalu disibukkan dengan urusan dunia saja, sehingga lupa untuk mempersiapkan kehidupan akherat dan lupa kepada Tuhannya.
Sifat qonaah adalah suatu sikap yang dapat mendidik manusia untuk bersyukur terhadap nikmat Allah, dan dengan bersyukur terhadap nikmat Allah itulah akhirnya manusia memperbanyak beribadah kepada-Nya.


4. Wahai hamba Allah, sesungguhnya agama menyuruh qonaah itu adalah qonaah hati, bukan qonaah ikhtiar, bukan qonaah usaha dan bukan pula qonaah bekerja. Oleh karena itu sahabat Rasulullah saw adalah orang-orang yang kaya, melakukan perdagangan keluar negeri, sedang mereka termasuk orang-orang yang qonaah. Adapun manfaat qonaah adalah amat besar sewaktu harta itu hilang dengan tiba-tiba.
Wahai hamba Allah, maksud qonaah itu sangat luas. Qonaah menyuruh manusia untuk betulbetul percaya akan adanya kekuasaan yang melebihi kekuasaan manusia. Qonaah menyuruh sabar menerima ketentuan Allah jika ketentuan itu tidak menyenangkan, dan menyuruh bersyukur bila Allah menjamin kenikmatan kepadanya. Dalam hal yang demikian, manusia masih tetap disuruh berusaha keras, dengan kekuatan tenaga dan harta benda, dikarenakan selama manusia masih hidup masih diwajibkan berusaha mencari rezeki. Kamu bekerja bukan berarti meminta tambahan dan yang telah ada dan tidak merasa cukup terhadap apa yang telah ada di tangan, tetapi kamu bekerja sebab kamu masih hidup dimana orang hidup itu wajib bekerja. Inilah maksud qonaah.

Diterbitkan oleh NUN78

Adalah sarana Pengetahuan tentang Agama, serta aspek kehidupan yang bisa membekali diri, sehingga diharapkan mampu menjadi pribadi yang Bertaqwa

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai