Risalah Al Muawwanah#40

Cara Duduk Nabi Saw

(وعليك)

إذا جلست بالتحفظ على عورتك واجلس مستقبلاً القبلة على هيئة الخشوع والوقار ولا تكثر الاضطراب والتحرك والقيام من مجلسك. (وإياك) والإكثار من الحك والتمطط والتجشؤ والتثاؤب في وجوه الناس وإذا أخذك التثاؤب فضع يدك اليسرى على فيك. (وإياك) وكثرة الضحك فإنه يميت القلب وإن استطعت أن تجعل ضحكك التبسم فافعل، ولا تقم من مجلسك حتى تقول: “سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك” فقد ورد أن من قال ذلك غفر له ما كان في مجلسه ذلك.

Duduk Apabila engkau duduk, jagalah auratmu. Janganlah sampai terbuka. Biasakanlah duduk menghadap kiblat, khusyuk dan tenang. Hindarilah banyak menggaruk, memutar badan, berisik dan menguap di depan orang lain. Apabil menguap, tutuplah dengan tangan kirimu. Janganlah tertawa terkekeh-kekeh, karena hal itu dapat memetikan hati. Tersenyum itu lebih baik daripada tertawa dengan berlebihan. Janganlah berdiri dari tempat dudukmu sebelum membaca doa di bawah ini :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُأَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ.

“Maha Suci Engkau ya Allah! Dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku mohon ampun kepada-Mu dan bertobat kepad-Mu.”

Diterbitkan oleh NUN78

Adalah sarana Pengetahuan tentang Agama, serta aspek kehidupan yang bisa membekali diri, sehingga diharapkan mampu menjadi pribadi yang Bertaqwa

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai