Tentang Wajibnya Amar Ma’ruf, Nahi Munkar dan Keutamaannya dan Celaan Dalam membiarkan dan Menyia nyiakan

Bagian 1

Dan menunjukkan kepada demikian itu setelah Ijma’ul ummat dan syarat akal yang sehat kepadanya adalah ayat ayat Al Qur’an, Hadits hadits dan Atsar atsar. Adapun ayat ayat Al Qur`an, maka Firman Allah Ta`ala :

Artinya : “Dan hendaklah diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan melarang kepada yang munkar. mereka adalah orang orang yang beruntung” (Ali Imran :104)

Maka pada ayat tersebut ada keterangan mewajibkan karena Firman Allah Ta’ala (Waltakun = Hendaklah kamu) adalah perintah dan perintah secara zhahir adalah Mewajibkan. dan pada ayat tersebut terdapat penjelasan bahwa keberuntungan itu tergantung dengannya karena Allah Ta’ala membatasi dan berfirman :

Wa ula ika humul muflihuun

“Mereka adalah orang orang yang beruntung”

dan pada ayat tersebut terdapat penjelasan bahwa Amar Ma’ruf Nahi Munkar aalah Fardhu Kifayah bukan Fardhu ‘Ain dan bahwa apabila satu golongan telah melaksanakannya, maka gugur kewajiban itu dari yang lain. Karena Allah Ta’ala tidak berfirman : “Hendaklah kamu setiap kamu memerintah yang Ma’ruf, akan tetapi Dia berfirman :

Wal takun minkum Ummatun

“Dan Hendaklah diantara kamu segolongan umat”

jadi manakala seseorang atau kelompok orang telah melaksanakan kewajiban ini, maka gugur dosa dari yang lain dan keberuntungan tertentu bagi orang orang yang melaksanakannya secara langsung dan kalau makhluk semuanya duduk tidak melaksanakan kewajiban ini, mka dosa mereka semua orang yang mampu melaksankannya tidak boleh tidak.

Allah Ta’ala berfirman :

Artinya : “Mereka itu tidak sama diantara Ahlil Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat ayat Allah pada beberapa waktu dimalam hari sedang mereka juga bersujud(sembahyang) mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada(mengerjakan) berbaai kebaikan, mereka itu termasuk orang orang yang shaleh” (Ali Imran : 113-114)

Allah Ta’ala tidak menyaksikan bagi mereka sebagai orang orang shaleh dengan hanya beriman kepada Allah dan hari akhir sehingga menambah kepadanya Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar. dan Allah Ta’ala berfirman :

Artinya ; “Dan orang orang mu’min lelaki dan perempuan sebahagian mereka adalah menjadi penolong sebagian yang lain, mereka menyuruh mengerjakan yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar dan mendirikan shalat” (At Taubah :71)

Allah Ta’ala mensifati orang orang mu’min bahwa mereka itu menyuruh berbuat yang baik dan melarang berbuat yang munkar. Maka orang yang meninggalkan amar ma’ruf dan nahi munkar adalah keluar dari orang orang mu’min yang disifati pada ayat ini.

Allah Ta’ala berfirman :

Artinya :”Telah dilaknat orang orang kafir dari Bani Israel dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesunguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu”. (Al Maidah : 78-79)

ini adalah puncak kekerasan karena Allah Ta’ala memberi alasan berhaknya mereka mendapat laknat disebabkan mereka meninggalkan nahi munkar.

Allah Ta’ala berfirman :

Artinya :”Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar” (Ali Imran : 110)

ini menunjukkan kepada keutamaan amar ma’ruf dan nahi munkar karena Dia menjelaskan bahwa mereka dengan amar ma’ruf dan nahi munkar adalah sebaik baik umat yang dilahirkan untuk manusia.

Allah Ta’ala berfirman :

Artinya : “Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, kami selamatkan orang orang yang melarang dari perbuatan jahat dan kami timpakan kepada orang orang yang zhalim siksaan yang keras disebabkan mereka terlalu berbuat fasik” (Al A’raf :165)

Allah Ta’ala menerangkan(*dalam ayat ini) bahwa mereka memperoleh faidah keselamatan dengan tindakan melarang dari perbuatan jahat dan demikian itu menunjukkan pula kepada wajib.

Allah Ta’ala berfirman :

Artinya :”(*Yaitu) orang orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka dimuka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang munkar” (Al Hajj :41)

Maka Allah Ta’ala(*dalam ayat ini) menyertakan amar ma’ruf dan nahi munkar dengan shalat dan zakat dalam mensifati orang orang shaleh dan orang orang mu’min.

Allah Ta’ala berfirman :

Artinya :”Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan taqwa, dan janganlah tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran” (Al Maidah : 2)

ini adalah perintah yang tegas dan pengertian tolong menolong adalah menganjurkan kepada kebajikan dan mempermudah jalan jalan menuju kebaikan dan menyumbat jalan kejelekan dan permusuhan menurut kemampuan.

Allah Ta’ala berfirman :

Artinya :”Mengapa orang orang alim mereka, pendeta pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu” (Al Maidah : 63)

maka Allah Ta’ala menjelaskan(*dalam ayat ini) bahwa mereka berdosa dengan meninggalkan nahi munkar.

Diterbitkan oleh NUN78

Adalah sarana Pengetahuan tentang Agama, serta aspek kehidupan yang bisa membekali diri, sehingga diharapkan mampu menjadi pribadi yang Bertaqwa

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai