Anjuran Menikah http://a%20href= DALIL PERINTAH MENIKAH Cermati dan Pahamilah, keterangan perintah nikah dan penjelasan tentang keutamaan menikah pada hadits dan atsar berikut :Seorang lelaki bernama Ukaf menghadap rasulallah SAW, Kemudiab nabi SAW bertanya kepadanya: “Wahai ukaf apakah engkau sdh menikah (punya istri)? “ . Ukaf menjawab, “Belum” Beliau bertanya lagi, Apakah Engkau mempunyai budak perempuan?.Lanjutkan membaca “Qurrotul Uyun#3”
Arsip Penulis:NUN78
Qurrotul Uyun#2
Rukun Menikah http://a%20href= 2 Orang sebagai pengakad, yakni mempelai lelaki dan seorang wali. Dan 2 yg di akadi yakni perempuan dan mahar (maskawin). Baik maskawin jelas atau maskawin di tetapkan secara hukum, seperti contoh menikah dengan menyerahkan mahar. Serta Yang 5 adalah Sighat و المهر والصيغة والزوجان ، ثم الولي جملة الا ركان Maskawin, shiigatLanjutkan membaca “Qurrotul Uyun#2”
Qurrotul Uyun#1
Nikah & Hukumnya http://a%20href= Kemudian, sesungguhnya nikah dapat di ketahui hukum hukumnya menjadi 5 hukum: 1. Wajib, Bagi orang yang mengharapkan keturunan, takut akan berbuat zina jika tidak nikah. 2. Sunah, Bagi orang yang ingin punya keturunan, dan ia tidak takut akan berbuat zina jika tidak nikah, baik dia ingin atau tidak, meskipun pernikahannya akanLanjutkan membaca “Qurrotul Uyun#1”
Kitab ‘Uqudul Jain # Arab
كتاب عقود الجين بسم الله الرحمن الرحيم{قال الفقيرُ} إلى رحمة الربّ الغفّار محمدٌ المعترف بالأوزار، بصره الله عيوبَ نفسه، وجعل يومه خيرا من أمسه: الحمد لله كما ينبغى له. والصلاة والسلام على سيدنا محمدٍ، وآلهِ، وصحبهِ عددَ كل معلومٍ له.{ما بعد} فهذا شرحٌ طلبه مني بعضُ المحبين على الرسالة المتعلقة بأمور الزوجين التى صنّفها بعضُLanjutkan membaca “Kitab ‘Uqudul Jain # Arab”
Uqudul Jain # Bab 26
kisah http://a%20href= Ada seseorang perempuan keluar rumah dengan tujuan untuk memperoleh pelajaran islam dari Nabi S.A.W bersama para sahabat lain. Di pertengahan ada seorang lelaki yang masih muda melihatnya, Ia bertanya: ”Hai perempuan yang mulia, hendak kemana kamu?”. Ia menjawab: ”Aku hendak menghadap Rasulullah S.A.W untuk mendapatkan pengajaran dari beliau”. Balas pemuda : ”Apakah dirimuLanjutkan membaca “Uqudul Jain # Bab 26”
Uqudul Jain # Bab 25
tanda tanda istri shalihah TANDA-TANDA ISTRI YANG SHALIHAH Diantara tanda-tanda istri yang shalehah adalah, bilamana ia melakukan kesalahan terhadap suaminya, ia menyesal sekali dan segera meminta maaf dan memohon keridhoannya. Kesalahan itu ia sesali dan ia tangisi sepanjang hari, karena takut mendapat siksa dari Allah.Tanda-tanda yang lain adalah misalnya, ia melihat suaminya sedang diliputi perasaanLanjutkan membaca “Uqudul Jain # Bab 25”
Uqudul Jain # Bab 24
kisah Dikisahkan ada seorang perempuan yang gemar memamerkan dandanannya di depan kaum lelaki. Ia mati. Hingga suatu malam di antara saudaranya ada yang bermimpi melihat dirinya di hadirkan kehadapan Allah dengan mengenakan busana yang sangat tipis. Saat itu angin bertiup menerpa busananya, tersingkaplah busananya. Allah berpaling tidak sudi memperhatikannya. Allah berfirman: ”Seret dia ke NERAKALanjutkan membaca “Uqudul Jain # Bab 24”
Uqudul Jain # Bab 23
kecemburuan Ada sebuah keluarga yang sangat terpandang. Suatu hari keluarga itu membeli seorang pembantu (budak) yang berkebangsaan hindi(Hindia). Keluarga itu terus merawatnya dan akhirnya di ambil sebagai anak. Setelah dewasa, ia jatuh cinta pada tuan puterinya, yang ketika itu telah menjadi ibu angkatnya sendiri. Ia terus menerus menggoda ibu angkatnya, dan ibunyapun melayani. Hingga suatuLanjutkan membaca “Uqudul Jain # Bab 23”
Uqudul Jain # Bab 22
larangan berduaan di tempat sunyi dan kewajiban wanita keluar rumah LARANGAN BERDUAAN DI TEMPAT YANG SUNYI “Tersebut dalam riwayat bahwa Rasulullah S.A.W bersabda : ”Takutlah kamu dari menyepi (berduaan) dengan perempuan. Demi Dzat yang diriku berada dalam kekuasaanNYA, tidaklah orang lelaki yang menyepi ber sama dengan orang perempuan (yakni berpacaran), kecuali syethan menyusup di antaraLanjutkan membaca “Uqudul Jain # Bab 22”
Uqudul Jain # Bab 21
haram memandang wanita yang bukan mahromnya KEHARAMAN KAUM LELAKI MEMANDANG WANITA YANG BUKAN MUHRIMNYA Dalam fasal ini dijelaskan tentang diharamkannya kaum lelaki memandang kaum wanita yang bukan muhrimnya. Begitu pula sebaliknya, yakni keharaman kaum wanita memperhatikan kaum lelakiyang bukan muhrimnya.Tersebut dalam firman Allah dalam surat Al ahzab, : “WA IDZAA SA- ALTUMUU HUNNA MATAA’AN FASLanjutkan membaca “Uqudul Jain # Bab 21”
