Bagian 2 Allah Ta’ala berfirman : Artinya :”Maka mengapa tidak ada dari umat umat yang sebelum kamu orang orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada(mengerjakan) kerusakan dimuka bumi kecuali sebagian kecil diantara orang orang yang zhalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka dan mereka adalah orang orang yang berdosa” (Hud : 116)Lanjutkan membaca “Tentang Wajibnya Amar Ma’ruf, Nahi Munkar dan Keutamaannya dan Celaan Dalam membiarkan dan Menyia nyiakan”
Arsip Penulis:NUN78
Tafsir Surah Fatihah Penutup
Tafsir Ibnu Katsir Fasal Makna Surat Al-Fatihah [فصل في معاني هذه السورة] Surat Al-Fatihah berisikan tujuh ayat, yaitu mengandung pujian kepada Allah, mengagungkan-Nya. dan menyanjung-Nya dengan menyebut asma-asma-Nya yang terbaik sesuai dengan sifat-sifat-Nya Yang Maha Tinggi. Disebutkan pula hari kembali —yaitu hari pembalasan— dan mengandung petunjuk-Nya buat hamba-hamba-Nya agar mereka memohon dan ber-tadarru’ (merendahkan diri)Lanjutkan membaca “Tafsir Surah Fatihah Penutup”
Tafsir Surah Fatihah Ayat 7
Tafsir Ibnu Katsir Al-Fatihah, ayat 7 {صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ (7) } (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan pula (jalan) mereka yang sesat. Dalam hadis yang lalu disebutkan apabila seseorang hamba mengucapkan.”Tunjukilah kami ke jalan yang lurus ….” sampaiLanjutkan membaca “Tafsir Surah Fatihah Ayat 7”
Tafsir Surah Fatihah Ayat 6
Tafsir Ibnu Katsir Al-Fatihah, ayat 6 {اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) } Tunjukilah kami jalan yang lurus Bacaan yang dilakukan oleh jumhur ulama ialah ash-shirat dengan memakai shad. Tetapi ada pula yang membacanya sirat dengan memakai sin, ada pula yang membacanya zirat dengan memakai za, menurut Al-Farra berasal dari dialek Bani Uzrah dan Bani Kalb. Setelah pujian dipanjatkan terlebihLanjutkan membaca “Tafsir Surah Fatihah Ayat 6”
Tafsir Surah Fatihah Ayat 5
Tafsir Ibnu Katsir Al-Fatihah, ayat 5 {إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (5) } Hanya EngkaulahYangKami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Qira’ah Sab’ah dan jumhur ulama membaca tasydid huruf ya yang ada pada iyyaka. Sedangkan Amr ibnu Fayid membacanya dengan takhfif, yakni tanpa tasydid disertai dengan kasrah, tetapi qiraah ini dinilai syadz lagi tidak dipakai. karena iya artinya “cahaya matahari”.Lanjutkan membaca “Tafsir Surah Fatihah Ayat 5”
Tafsir Surah Fatihah Ayat 4
Tafsir Ibnu Katsir Al-Fatihah, ayat 4 {مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (4) } Yang Menguasai hari pembalasan. Sebagian ulama qiraah membacanya مَلِك, sedangkan sebagian yang lain membacanya مَالِكِ; kedua-duanya sahih lagi mutawatir di kalangan As-Sab’ah. Lafaz maliki dengan huruf lam di-kasrah-kan, ada yang membacanya malki dan maliki. Sedangkan menurut bacaan Nafi’, harakat kasrah huruf kaf dibaca isyba’ hingga menjadi malaki yaumid din (مَلَكِي يَوْمِ الدِّينِ). Kedua bacaanLanjutkan membaca “Tafsir Surah Fatihah Ayat 4”
Risalah Al Muawwanah#46
Adab Bersenggama وإذا أتيت أهلك فقل: بسم الله، اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا، واستر نفسك وأهلك بثوبك. (وعليك) بالسكينة والهدوء وإذا أحسست بالإنزال فاقرأ في نفسك من غير أن تحرك لسانك قوله تعالى: (وهو الذي خلق من الماء بشراً فجعله نسباً) الآية. Bersenggama Bila engkau hendak bersenggama, bacalah doa : بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّLanjutkan membaca “Risalah Al Muawwanah#46”
Risalah Al Muawwanah#45
Adab Minum Air وإذا شربت الماء فمصّه ولا تعبّه، واشرب في ثلاثة أنفاس، ولا تتنفس في الإناء ولا تشرب من ثلمته(1)، ولا تشرب وأنت قائم ولا من فم السقاء فإن لم تجد إناء فاشرب على يدك وقل بعد الشرب: الحمد لله الذي جعله عذباً فراتاً برحمته ولم يجعله ملحاً أجاجاً بذنوبنا. Bila engkau minum, hisaplahLanjutkan membaca “Risalah Al Muawwanah#45”
Risalah Al Muawwanah#44
Jangan Makan Sampai Kekenyangan (وإياك) والاتساع في الأكل وكثرة الشبع فإنه من الحلال مبدأ كل شر. ومن آفاته قسوة القلب وفساد الفطنة وتشويش الفكرة والكسل عن العبادة إلى غير ذلك من الآفات. Hati-hati dan janganlah engkau makan hingga kekenyangan meskipun makanan itu berasal dari suatu yang halal, karena kekenyangan adalah penyebab awal kejahatan. Makan sampaiLanjutkan membaca “Risalah Al Muawwanah#44”
Tentang Wajibnya Amar Ma’ruf, Nahi Munkar dan Keutamaannya dan Celaan Dalam membiarkan dan Menyia nyiakan
Bagian 1 Dan menunjukkan kepada demikian itu setelah Ijma’ul ummat dan syarat akal yang sehat kepadanya adalah ayat ayat Al Qur’an, Hadits hadits dan Atsar atsar. Adapun ayat ayat Al Qur`an, maka Firman Allah Ta`ala : Artinya : “Dan hendaklah diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan melarang kepadaLanjutkan membaca “Tentang Wajibnya Amar Ma’ruf, Nahi Munkar dan Keutamaannya dan Celaan Dalam membiarkan dan Menyia nyiakan”
