Risalah Al Muawwanah#43

Adab Makan (وعليك) بغسل اليدين قبل الطعام وبعده، وبتصغير اللقمة، وتدقيق المضغ، ولا تمدد يدك إلى الطعام حتى تبتلع ما في فمك، وكلْ من نواحي القصعة ولا تأكل من وسطها فإن البركة تنزل عليه، وإذا سقطت لقمتك فأمط ما بها من أذى ثم كلها ولا تدعها للشيطان، والعَق أصابعك والقصعة بعد الفراغ، وكل بالسبابة والوسطىLanjutkan membaca “Risalah Al Muawwanah#43”

Tafsir Surah Fatihah Ayat 3

Tafsir Ibnu Katsir Al-Fatihah, ayat 3 الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ (3) Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “ar-rahmanir rahim,” keterangannya dikemukakan dalam Bab “Basmalah”; itu sudah cukup dan tidak perlu diulangi lagi. Al-Qurtubi mengatakan, sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala menyifati diri-Nya dengan Ar-Rahman dan Ar-Rahim sesudah firman-nya, “rabbil ‘alamina, ” tiada lain agarLanjutkan membaca “Tafsir Surah Fatihah Ayat 3”

Tafsir Surah Fatihah Ayat 2

Kitab Tafsir Ibnu Katsir الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ (2) Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Menurut Qira’ah Sab’ah,  huruf dal dalam firman-Nya,   “alhamdu lillahi,” dibaca dammah, terdiri atas mubtada dan khabar. Diriwayatkan dari Sufyan ibnu Uyaynah dan Rubah ibnul Ajjaj, keduanya membacanya menjadi alhamda lillahi (الْحَمْدَ لِلَّهِ) dengan huruf dal yang di-fathah-kan karena menyimpan fi’l. Ibnu Abu Ablah membacanya alhamdulillah dengan huruf dal dan lam yang di-dammah-kan kedua-duanyaLanjutkan membaca “Tafsir Surah Fatihah Ayat 2”

Tafsir Surah Fatihah – Ayat 1

Kitab Tafsir Ibnu Katsir 1. SURAT AL-FATIHAH سورة الفاتحة (Pembukaan) Makkiyyah, 7 ayat. Surat ini dinamakan Al-Fatihah —yakni Fatihatul Kitab— hanya secara tulisan; dengan surat ini bacaan dalam salat dimulai. Surat ini disebut pula Ummul Kitab menurut jumhur ulama —seperti yang dituturkan oleh Anas, Al-Hasan, dan Ibnu Sirin— karena mereka tidak suka menyebutnya dengan istilah Fatihatul Kitab.Lanjutkan membaca “Tafsir Surah Fatihah – Ayat 1”

Tafsir Ibnu Katsir#Muqaddimah – Bag 2

Pengantar Sebelum Tafsir Surat Al-Fatihah Abu Bakar ibnul Anbari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Ishaq Al-Qadi, telah menceritakan kepada kami Hajjaj ibnu Minhal, telah menceritakan kepada kami Hammam, dari Qatadah yang pernah mengatakan bahwa surat-surat yang diturunkan di Madinah ialah Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisa, Al-Maidah, Baraah (At-Taubah), Ar-Ra’d, An-Nahl, Al-Hajj, An-Nur, Al-Ahzab, Muhammad,Lanjutkan membaca “Tafsir Ibnu Katsir#Muqaddimah – Bag 2”

Tafsir Ibnu Katsir#Muqaddimah – Bag 1

PENDAHULUAN مُقَدِّمَةُ ابْنِ كَثِيرٍ بسم الله الرّحمن الرّحيم Syekh Imam Al-Hafiz, Imaduddin Abul Fida Ismail ibnul Khatib Abu Hafs Umar ibnu Katsir —semoga Allah melimpahkan rahmat dan rida-Nya kepada dia— mengatakan, “Segala puji bagi Allah yang telah membuka kitab-Nya dengan firman-Nya: الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ. الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ. مالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ‘Segala puji milik Allah TuhanLanjutkan membaca “Tafsir Ibnu Katsir#Muqaddimah – Bag 1”

Hukum Menghina dan Memuliakan Keturunan Rasulullah Saw

Apakah sebuah kekeliruan memuliakan, menghormati, dan mencintai habaib (kata jamak dari habib)? Dan bagaimana hukumnya menghina atau merendahkan para habib yang merupakan keturunan Rasulullah SAW? Dalam surat Asy Syura ayat 23 Allah berfirman:  ذَٰلِكَ ٱلَّذِى يُبَشِّرُ ٱللَّهُ عِبَادَهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ۗ قُل لَّآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا ٱلْمَوَدَّةَ فِى ٱلْقُرْبَىٰ ۗ وَمَن يَقْتَرِفْLanjutkan membaca “Hukum Menghina dan Memuliakan Keturunan Rasulullah Saw”

Larangan Mengambil Teman Kepercayaan selain Muslim

Ali Imran, ayat 118-120 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبالاً وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضاءُ مِنْ أَفْواهِهِمْ وَما تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآياتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ (118) هَا أَنْتُمْ أُولاءِ تُحِبُّونَهُمْ وَلا يُحِبُّونَكُمْ وَتُؤْمِنُونَ بِالْكِتابِ كُلِّهِ وَإِذا لَقُوكُمْ قالُوا آمَنَّا وَإِذا خَلَوْا عَضُّوا عَلَيْكُمُ الْأَنامِلَ مِنَLanjutkan membaca “Larangan Mengambil Teman Kepercayaan selain Muslim”

Haramnya Menggambar Wajah Rasulullah Saw

Bagaimana pandangan syariat terkait pembuatan karikatur Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم? Berikut alasan mengapa membuat gambar Nabi Muhammad dilarang keras dalam Islam. Dalam kaidah syariat, hukum menggambar atau melukis makhluk yang memiliki ruh (manusia dan hewan) adalah haram. Namun, gambar (foto) dari hasil jepretan kamera terdapat khilaf (beda pendapat) di antara ulama. Ada ulama yang mengharamkan, namun ada yang membolehkannya.Lanjutkan membaca “Haramnya Menggambar Wajah Rasulullah Saw”

4 Ciri Orang Munafik

Setiap orang mukmin sepatutnya merasa khawatir jika sifat nifaq melekat pada dirinya, baik disadari maupun tidak. Inilah yang menjadi keresahan para sahabat Nabi SAW. Ibnu Abi Mulaikah (wafat 117 H) berkata, “Aku bertemu dan berteman dengan 30 sahabat besar Nabi Muhammad SAW yang selalu merasa ketakutan bila digolongkan sebagai orang munafik. Tidak ada seorang punLanjutkan membaca “4 Ciri Orang Munafik”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai