Larangan Membayangkan Wanita Lain Saat Bersenggama http://a%20href= Larangan Membayangkan Wanita Lain Saat Bersenggama Lalu Syech Ibnu Yamun melanjutkan ucapan-nya sebagai berikut وَطْءٌ بِشُبهةٍ حرامٌ وكذا # إتيانها بعد اختلام فخُذَا “Wathi Syubhat hukumnya haram , bersetubuh setelah junub juga diharamkan.” Syech Ibnu Yamun menerangkan, bahwa bersetubuh dengan istri sambil membayangkan perempuan lain di hukum haram.Lanjutkan membaca “Qurrotul Uyun#23”
Arsip Kategori: Tidak Dikategorikan
Qurrotul Uyun#22
Hukum Memegang & Melihat Kemaluan http://a%20href= Hukum Memegang dan Melihat Kemaluan Syekh penazham menjelaskan mengenai sebagian tata krama bersenggama melaui nazham nya sebagai berikut: وبِمَسَكِ الذّكَرِ باليَمِين # يمُنع للنهى فَخُذْ تَبْيِين “Memegang zakar dengan tangan kanan, itu dilarang, maka ambillah keterangan ini” Syekh penazham menjelaskan, bahwa memegang zakar dengan tangan kanan hukumnya makruh, karenaLanjutkan membaca “Qurrotul Uyun#22”
Qurrotul Uyun#21
Tempat yang Dihindari saat Bersenggama http://a%20href= Tempat Yang mesti di hindari saat bersenggama Syech Ibnu Yamun Backturkan : ويُتّق الجِمَاعُ فى الأسْطاح # وتحت عَوْدٍ مثمرٍ يا صاح Hindarilah bersenggma di atap rumah, dan di bawah pohon yang sedang berbuah ومثله الدبر والإستقبال #لقبلة لدى الفضا يقال dan seumpamanya membeakangi qiblat dan menghadap qiblat, jikaLanjutkan membaca “Qurrotul Uyun#21”
Qurrotul Uyun#20
Hukum Onani http://a%20href= Hukum Onani Dan Azl Cara (usaha) suami untuk mencapai orgasme dan mengalami ejakulasi dengan menggunakan tangan istrinya diperbolehkan. Sedangkan dengan menggunakan tangan sendiri, Backrut para ulama besar, hukumnya haram, sebagaimana diterangkan dalam kitab An-Nashihah. Imam Barzali bertanya kepada gurunya, Syekh Imam Gharibi. Kemudian Syekh Imam Gharibi membacakan syair yang berbahar kamil berikutLanjutkan membaca “Qurrotul Uyun#20”
Qurrotul Uyun#19
Waktu yang Wajib Dihindari Saat Bersenggama http://a%20href= Waktu yang Harus Dihindari Saat Jima’ Syekh penazham menjelaskan waktu-waktu yang terlarang untuk bersenggama, sebagaimana diungkapkan dalam nazham nya yang berbahar rajaz berikut ini: وَمَنْعُ في الحَيْضِ وَالنِّفَاسِ # وَ ضِيقِ وَقْتِ الفَرْضِ لَا الْتَبَاسِ “Dilarang bersenggama ketika istri sedang haid dan nifas, Dan sempitnya waktu shalat fardlu,Lanjutkan membaca “Qurrotul Uyun#19”
Qurrotul Uyun#18
Saat yang Tepat Untuk Bersenggama http://a%20href= Waktu yang Tepat untuk Bersenggama Nazham: القَوْلُ في الجِمَاعِ وَالأوْقَاتِ # مُهذّب التّعْبِير في الأبْيَات “Penjelasan tentang masalah bersenggama dan waktunya, dituturkan lewat susunan kata yang indah dalam beberapa bait.” Dengan nazham tersebut Syekh penazham mengawali penjelasannya tentang tata krama bersenggama dan waktu-waktu yang dianjurkan serta yang harus dihindariLanjutkan membaca “Qurrotul Uyun#18”
Qurrotul Uyun#17
Makanan yang Wajib Dijauhi Istri http://a%20href= Makanan Yang Wajib Dijauhi Istri (Pengantin Wanita) Makanan kadang bisa menghambat kehamilan Seorang Istri Nazham: تَمْنَعُ مِنْ خَلٍّ وَمِنْ قَسْبُورِ # دَاخِلَ سَابِعٍ فَعُوا مَسْطُور Pengantin putri dilarang memakan cuka dan qasbur selama tujuh hari, maka peliharalah keterangan saya ini. وَلَبَنٍ وَحَامِضٍ الُّتفَاح #خَوْفَ امتِنَاعِ الحَمْلِ جَاَيا صَاحِ Susu,Lanjutkan membaca “Qurrotul Uyun#17”
Qurrotul Uyun#16
Tata Cara Bersenggama http://a%20href= Adab Bersenggama menurut islam Syeikh Ibnu Yamun menjelaskan tentang tata cara seggama yg paling utama menurut Islam : “Kemudian suami naik ke atas (tubuh) istrinya secara berlahan lahan # sambil mengangkat kedua kakinya, maka jagalah penjelasanku ini” “Sambil mengangkat/mengganjal pantat (istri) dengan bantal # dan merendahkan kepala (istri), maka jagalah faedahLanjutkan membaca “Qurrotul Uyun#16”
Qurrotul Uyun#15
Tata Krama Bersenggama http://a%20href= Fasal didalam menerangkan sebagian tata krama jima’ dan cara yg paling utama di dalam berjima serta apa saja yg berhubungan. وَاحْذَرْ من الجِمَاعِ فِى الثِّياب # فَهُوَ مِنَ الجَهْلِ بِلا ارْتِياب “Hindarilah bersegama dengan menggunakan pakaian # itu adalah pekerjaan bodoh, tanpa keraguan” بلْ كُلُّ مَا عَلَيهَا صَاحَ يُنْزَعُ #وكُنْ مُلاعِباًLanjutkan membaca “Qurrotul Uyun#15”
Qurrotul Uyun#14
Memasuki Bulan Madu http://a%20href= Memasuki Bulan Madu Ibnu Yamun Backturkan dalam nazham nya yang ber bahar rajas : وللدّخُولِ وَقْتُهُ مَعْرُوفٌ # بَعْدَ العِشَاء أوْ قَبْلَهَا مَأْلُوْفٌ “Waktu memasuki bulan madu, maklum adanya, sesudah Isya’ atau sebelumnya sudah biasa.” Syekh penazham menjelaskan, bahwa suami istri disunahkan memasuki bulan madunya sesudah Isya’. Tapi boleh juga dilakukanLanjutkan membaca “Qurrotul Uyun#14”
