Nasehat Sufi#5

SABAR 1. Allah memberikan ujian dan cobaan dengan berbagai bentuk:  • Cobaan jasmani dan rohani yang merupakan penyakit, kecelakaan, rasa duka cita dll  • Cobaan yang hilang harta kekayaan, kebakaran dll • Cobaan lewat sanak keluarga yang ditimpa penyakit, kematian dll.Pada semua perintah dan cobaan yang menimpa itu adalah:  > Disebabkan kedurhakaan terhadap Allah oleh manusia ituLanjutkan membaca “Nasehat Sufi#5”

Nasehat Sufi#4

ZUHUD 1. Orang zuhud itu punya 3 sifat, yaitu: > Sedikitnya menggemari dunia, sederhana dalam menggunakan segala miliknya, menerima apa yang ada, dan tidak merisaukan sesuatu yang sudah ada, tapi giat bekerja hasil mencari rezeki adalah suatu kewajiban. > Pada pandangannya pujian dan celaan orang sama saja. ia tidak bergembira saat mendapat pujian dan tidak susah hati saatLanjutkan membaca “Nasehat Sufi#4”

Nasehat Sufi#3

QONA’AH 1. Orang yang tidak memiliki harta dan membutuhkannya disebut fakir. Dalam menyikapi kebutuhan harta tersebut, ada 5 keadaan: • Jika diberi harta dia tidak suka, enggan mengambilnya dan benci karena dia menjaga dirinya dari kejahatan, bahaya serta gangguan dan harta. Orang fakir golongan ini dinamakan orang ZUHUD, yaitu orang yang memandang berharga sama dengan memandang batu dan tanah. iniLanjutkan membaca “Nasehat Sufi#3”

Nasehat Sufi#2

ILMU (1) Agama kamu bisa hancur dan lenyap disebabkan oleh 4 hal: 1, kamu tidak mau beramal terhadap sesuatu yang telah kamu ketahui. 2, Kamu melakukan pekerjaan dengan dasar yang tidak kamu ketahui. 3, Kamu tidak mau belajar terhadap sesuatu yang tidak kamu ketahui, kamu kamu sendiri kekalkan dalam kebodohan. 4, Kamu kembali orang lain untuk belajar sesuatu yang tidakLanjutkan membaca “Nasehat Sufi#2”

Nasehat Sufi#1

MUQODIMMAH “Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia adalah rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya, demikian juga apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak ada seorangpun yang siap untuk melepaskannya. Dia lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bija ksa n a. “(QS Al Fathir, ayat 2) Sebelum manusia sadar akan hubungan kotorannya dengan Tuhannya,Lanjutkan membaca “Nasehat Sufi#1”

Karomah Auliya#Penutup

MC MANAQIB  Bismillahirrohmaannirrohim Assalaamu’alaikum Warromatulloohiwabarokaatuh  Alhamdulillahil ladzi hadaanaa lihaadza wamaa kunnaa linahtadiya laulaa an hadaanalloh. Washsholaatu wassalaamu’alaa sayyidinal mukhtar, wa ala aalihi wa ash haabihil akhyar Ammaba’du. Ilaahii anta maqshudii waridhooka mathluubii a’thinii mahabbataka mawa’rifatak. (Isi muqodimah kepada Maha Guru) Hadirin wal hadirot rohimakumulloh, sebelum masuk acara majelis do’a terlebih dahulu ada beberapa informasi yang di harus diLanjutkan membaca “Karomah Auliya#Penutup”

Karomah Auliya#15

Wali Yang Bisa Dihitung dan Tak Bisa Dihitung 1. Anbiya’ (para nabi). Allah menganugerahkan kenabian kepada mereka, yaitu orang-orang yang dipilih Allah untuk diri-Nya dan untuk mengabdi kepada-Nya, hamba-hamba yang dikhususkan oleh-Nya di hadapan Allah, disyariatkan untuk beribadah dan tidak diperintah untuk melakukan ibadah selain yang diwajibkan. Maqam kenabian merupakan maqam kewalian yang khusus, merekaLanjutkan membaca “Karomah Auliya#15”

Karomah Auliya#14

Wali yang Jumlahnya Tak Terhitung Sayyid Muhyiddin r.a. berkata, “Kami telah menyebutkan wali-wali yang yang jumlahnya terbatas di setiap zamannya. Sekarang kami akan menyebutkan wali-wali yang jumlahnya tak terhitung di setiap zamannya, jumlah mereka bisa bertambah dan berkurang.” 1. Mulamatiyyah r.a., ada yang menyebutnya Malamiyyah. Merekaadalah raja dan pemimpin ahli tariqah. Pemimpin mereka adalah Nabi MuhammadLanjutkan membaca “Karomah Auliya#14”

Karomah Auliya#13

Wali yang Jumlahnya Bisa Dihitung 1. Aqthab r.a. (radiyallahu ‘an/wm/semoga Allah meridhai mereka).Mereka adalah para wali yang terkumpul dalam dirinya semua hal dan maqam, baik menerimanya secara langsung maupun karena warisan. Penggunaan nama ini meluas sehingga orang yang mempunyai salah satu maqam juga disebut Quthb. Di setiap zaman, wali tingkatan ini hanya ada satu. Pemimpin suatuLanjutkan membaca “Karomah Auliya#13”

Karomah Auliya#12

Tingkatan Dan Klasifikasi Wali Syaikh Akbar Muhyiddin Ibnu ‘Arabi menyebutkan secara panjang lebar tingkatan dan klasifikasi wali berdasarkan perbedaan hal mereka di bab 73 kitab Futuhat al-Makiyyah. Dalam pendahuluan kitabnya yang berjudul Thabaaah Sughra, Imam al-Munawi meringkas pembahasan tersebut dari kitab Futuhat, tetapi dengan bahasanya sendiri yang panjang lebar, sehingga meninggalkan beberapa hal penting. DiLanjutkan membaca “Karomah Auliya#12”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai