Nasehat#10

Rendah Hati 1. Rendah hati (tawadhu) adalah suatu kenikmatan yang tidak dimengerti oleh orang yang dengki. 2. Sombong terhadap orang-orang yang sombong adalah tawadhu itu sendiri. 3. Rendah hati termasuk salah satu cara mendapatkan kemuliaan. 4. Rendah hati membawa kepada keselamatan. 5. Tidak ada nasab (yang lebih mulia) seperti rendah hati. 6. Buah dari rendahLanjutkan membaca “Nasehat#10”

Nasehat#9

Pelajaran dan Mengambil Pelajaran 1. Pelajaran adalah pemberi peringatan dan penasihat. 2. Bukanlah tawakal yang baik bahwa seseorang memohon ampun (akan kesalahannya), kemudian dia melakukan kesalahan itu untuk yang kedua kalinya. 3. Mengambil pelajaran membawa kepada kesadaran. 4. Alangkah banyaknya contoh (peringatan), tetapi sedikit sekali yang menjadikannya sebagai pelajaran. 5. Di dalam pelajaran terdapat kecukupan yangLanjutkan membaca “Nasehat#9”

Nasehat#8

 Cinta Kepada Alloh Kecintaan kepada Allah adalah topik yang paling penting dan merupakan tujuan akhir pembahasan kita sejauh ini. Kita telah berbicara tentang bahaya-bahaya ruhaniah karena mereka menghalangi kecintaan kepada Allah di hati manusia. Telah pula kita bicarakan tentang berbagai sifat baik yang diperlukan untuk itu. Penyempurnaan kemanusiaan terletak di sini, yaitu bahwa kecintaan kepadaLanjutkan membaca “Nasehat#8”

Nasehat#7

Berhati-hati 1. Dengan kelemah lembutan kebutuhan akan dapat diperoleh, dan dengan berhati-hati akan mudah segala hal yang dikehendaki. 2. Pilihlah untuk sumber air mu. 3. Meneliti adalah keharusan. 4. Tergesa-gesa dalam segala urusan akan menghasilkan kesusahan, penyebab utama penyesalan, menghilangkan kekesatriaan, cela pada akal, dan bukti akan kelemahan akidah (keyakinan). 5. Orang yang berfikir (sebelumLanjutkan membaca “Nasehat#7”

Nasehat#6

Niat Sayidina Ali KWHSesungguhnya Allah SWT memasukkan ke dalam surga disebabkan oleh ketulusan niat dan hati yang saleh siapa saja yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya.Barangsiapa yang tidak memujimu atas niat yang baik, maka dia tidak berterima kasih kepadamu atas pemberian yang baik.Barangsiapa membaikkan niatnya, maka Allah akan menjadikan baik lahiriahnya.Jika perkataan keluar dari hati, makaLanjutkan membaca “Nasehat#6”

Nasehat#5

Mengenal Kemampuan Diri Barangsiapa yang telah mengetahui dirinya, maka dia telah mengetahui Tuhannya.Semoga Allah merahmati seseorang yang mengetahui kemampuan dirinya, dan dia tidak melampaui batasnya itu.Tidaklah akan binasa seseorang yang mengetahui batas kemampuannya.Jika engkau mengangkat seseorang melebihi kemampuannya, maka bisa jadi dia akan menurunkan kedudukannya darimu seukuran dengan yang engkau angkat darinya.http://sdengine.com/ga.html

Nasehat#4

Menutupi Aib Beruntunglah orang yang lebih disibukkan oleh aibnya sendiri daripada mengurusi aib-aib orang lain. Beruntunglah orang yang tidak mengenal orang-orang dan orang-orang pun tidak mengenalnya. Dan beruntunglah orang yang hidup, tetapi dia seperti orang yang mati; dan dia ada, tetapi dia seperti orang yang tidak ada. Dia telah menjadikan tetangganya terbebas dari kebaikan danLanjutkan membaca “Nasehat#4”

Nasehat#3

Hikayat Orang Sholeh Paska Maut Sosok jenazah sedang lewat bertemu Sayyidina Ali Karromallahu Wajhah ra, lalu beliau berkata, “Orang yang sedang istirahat, atau sedang menjadi beban.”“Siapa yang disebut orang yang istirahat?” beliau ditanya seseorang.“Orang beriman bila mati istirahat dari beban dunia, dan kesengsaraan penghuninya, lalu ia berjumpa dengan rahmat Allah Ta’ala.  Sedangkan orang yang menjadiLanjutkan membaca “Nasehat#3”

Nasehat#2

Kesantunan & Pemberian Maaf 1. Kesantunan adalah penutup yang menutupi, sedangkan akal adalah pedang yang tajam. Maka, tutupilah kekurangan perangaimu dengan kesantunanmu, dan perangilah nafsumu dengan akalmu. 2. Kesantunan adalah perangai yang utama. 3. Kesantunan adalah keluarga. 4. Ada kalanya suatu kalimat ditelan (tidak jadi diucapkan) oleh seorang yang santun karena khawatir dampak keburukan darinya,Lanjutkan membaca “Nasehat#2”

Nasehat#1

Muraqabah Raihlah dengan penjernihan batinmu  Wahai penempuh jalan Allah, hendaknya Anda menetapi jalan akhirat melalui ajaran yang telah diperintahkan kepadamu dalam aktivitas lahiriahmu. Bila Anda telah melakukannya, maka  duduklah dalam hamparan  Muraqabah. Raihlah dengan penjernihan batinmu, hingga tak tersisa sedikitpun yang menghalangimu. Berikanlah hak keseriusan dan ketekunanmu, lalu minimkanlah pandanganmu untuk melihat lahiriahmu.  Apabila AndaLanjutkan membaca “Nasehat#1”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai