Sirrul Asror #2

Manusia kembali ke asal usul Manusia dipandang daripada dua sudut; wujud lahiriah dan wujud rohani. Dalam segi kewujudan lahiriah keadaan kebanyakan manusia adalah berlebih kurang sahaja di antara satu sama lain. Oleh yang demikian peraturan kemanusiaan yang umum boleh digunakan untuk sekalian manusia bagi urusan lahiriah mereka.  Dalam sudut kewujudan rohani yang tersembunyi di sebalikLanjutkan membaca “Sirrul Asror #2”

Sirrul Asror#1

Permulaan penciptaan Semoga Allah s.w.t memberikan kamu kejayaan di dalam amalan-amalan kamu yang disukai-Nya dan Semoga kamu memperolehi keredaan-Nya. Fikirkan, tekankan kepada pemikiran kamu dan fahamkan apa yang aku katakan. Allah Yang Maha Tinggi pada permulaannya menciptakan cahaya Muhammad daripada cahaya suci Keindahan-Nya. Dalam hadis Qudsi Dia berfirman:“Aku ciptakan ruh Muhammad daripada cahaya Wajah-Ku”. IniLanjutkan membaca “Sirrul Asror#1”

Fathul Ghaib

Penutup Penutup Wasiat Syeikh kepada putra-putranyaKala sang wali menghadapi sakaratul maut, puteranya, Abdul Wahab berkata kepadanya, “Apa yang mesti kulakukan sepeninggal ayah?” “Kamu mesti takut kepada-Nya, jangan takut kepada selain-Nya, jangan berharap kepada selain-Nya, dan berpasrahlah hanya kepada-Nya,” jawabnya.Selanjutnya beliau berkata, “Ketika hati sudah bersama Allah, maka tidak akan sunyi dari segala sesuatu, dan tidakLanjutkan membaca “Fathul Ghaib”

Fathul Ghaib

Bagian #78 Risalah 78 Mutiara karya Syeikh Abdul Qodir Jailani Ada sepuluh sifat pada salik, pemawas-diri dan peraih tujuan ruhani.1. Tak bersumpah dengan-Nya, entah benar atau tidak, entah sengaja atau tidak. Sebab bila hal ini termapankan, dan lidah terbiasa dengannya, maka hal ini membawanya kepada suatu kedudukan, yang di dalamnya ia mampu menghentikan bersumpah denganLanjutkan membaca “Fathul Ghaib”

Fathul Ghaib

Bagian #77 Risalah 77 Mutiara karya Syeikh Abdul Qodir Jailani Bersamalah dengan Allah, seolah-olah tiada ciptaan. Bersamalah dengan ciptaan seolah-olah tiada diri. Bila bersama Allah, Yang Maha kuasa lagi Maha agung, tanpa ciptaan, Dia tercapai, dan jauh dari selain-Nya. Bila bersama ciptaan, tanpa diri, keadilan tergapai, kebajikan terbantu, dan selamatlah dari kekerasan kehidupan. Tinggalkanlah segalaLanjutkan membaca “Fathul Ghaib”

Fathul Ghaib

Bagian #76 Risalah 76 Mutiara karya Syeikh Abdul Qodir Jailani Punyailah kekayaan, harga diri, kemiskinan dan kerendah-hatian. Wajib bagimu berendah hati dan bersungguh-sungguh terhadap Sang Pencipta. Jangan salahkan Dia, kerana sarana duniawi. Jangan kau rosak hak saudaramu kerana kau dan dia adalah kawan. Berkawanlah selalu dengan para darwis, dengan rendah hati, sikap baik dan keterbukaan.Lanjutkan membaca “Fathul Ghaib”

Fathul Ghaib

Bagian #75 Risalah 75 Mutiara karya Syeikh Abdul Qodir Jailani Bertakwalah kepada Allah, taatilah Dia, milikilah kesucian hati, kendali diri, kebiasaan memberikan hal-hal bermanfaat. Jauhkanlah penderitaan dan kemiskinan, jagalah kesucian ruhaniwan, bergaullah dengan sesamamu, nasihatilah kaum muda dengan kebaikan, jauhilah permusuhan dengan sahabat, jauhilah pula mereka yang salik, dan bertolong-tolonganlah dalam hal-hal agamis dan duniawi.Lanjutkan membaca “Fathul Ghaib”

Fathul Ghaib

Bagian #74 Risalah 74 Mutiara karya Syeikh Abdul Qodir Jailani Masalah yang pertama yang patut diperhatikan oleh orang yang berakal ialah keadaan dan suasana dirinya sendiri, setelah itu barulah ia melihat atau memerhatikan seluruh makhluk dan ciptaan. Dari semua itu , dapatlah difahami dari mana sumber semua itu dan siapa yang menciptakan semua itu. Sebab,Lanjutkan membaca “Fathul Ghaib”

Fathul Ghaib

Bagian #73 Risalah 73 Mutiara karya Syeikh Abdul Qodir Jailani Kadang Allah memberitahu para wali-Nya, tentang kesalahan-kesalahan dan kepalsuan orang, dan pernyataan-pernyataan palsunya tentang tindakan, kata, fikiran dan tujuannya. Para waliullah dibuat amat cemburu akan Tuhannya, Nabi-Nya dan agama-Nya. Kemarahan batiniah dan kemarahan lahiriah terpacu oleh fikirannya. Bagaimana bisa senang, bila mempunyai penyakit dalam danLanjutkan membaca “Fathul Ghaib”

Fathul Ghaib

Bagian #72 Risalah 72 Mutiara karya Syeikh Abdul Qodir Jailani Ada beberapa macam orang agama yang pergi ke pasar-pasar. Ada yang terkesima, ketika melihat aneka barang di sana, dan hal ini menyebabkan kehancuran dan pencampakan mereka akan agama mereka, dan membuat mereka mengikuti hawa nafsu mereka jika Allah tak memelihara mereka dengan kasih sayang, perlindunganLanjutkan membaca “Fathul Ghaib”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai