Bagian #61 Risalah 61 Mutiara karya Syeikh Abdul Qodir Jailani Setiap mukmin harus waspada di kala menerima sesuatu, hingga hukum membolehkannya, sebagaimana Nabi Suci bersabda:“Sesungguhnya, si mukmin itu waspada, sedang si munafik menyambar (segala yang datang kepadanya).”“Seorang mukmin ragu-ragu, campakkanlah segala penyebab keragu-raguan, dan ambillah segala yang tak menimbulkan keragu-raguan.”Seorang mukmin ragu-ragu terhadap segala makanan,Lanjutkan membaca “Fathul Ghaib”
Arsip Kategori: Tidak Dikategorikan
Fathul Ghaib
Bagian #60 Risalah 60 Mutiara karya Syeikh Abdul Qodir Jailani Awal kehidupan ruhani berupa keterlepasan dari kedirian, keberadaan dalam arena hukum, dan kembali kepada kedirian setelah mampu menjaga hukum. Lepaslah dari kedirian, semisal makan, minum, berpakaian, menikah, tempat-tinggal, dan kecenderungan-kecenderungan dan masuklah ke dalam hukum. Ikutilah Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya, sebagaimana Allah berfirman:“Ambillah yang dibawaLanjutkan membaca “Fathul Ghaib”
Fathul Ghaib
Bagian #59 Risalah 59 Mutiara karya Syeikh Abdul Qodir Jailani Jika kau ditimpa musibah, berupayalah bersabar – ini adalah hal yang rendah – dan bersabarlah, ini merupakan hal yang lebih tinggi dari yang lain. Mintalah agar kau bisa redha dengan takdir-Nya, bersesuaianlah dengan kehendak-Nya, dan akhirnya luruhlah di dalam kehendak-Nya; Inilah keadaan para badal dan ruhaniwan, orangLanjutkan membaca “Fathul Ghaib”
Fathul Ghaib
Bagian #58 Risalah 58 Mutiara karya Syeikh Abdul Qodir Jailani Butalah terhadap segala hal. Tutuplah matamu terhadap sesuatu pun dari hal-hal itu. Bila kau lihat sesuatu pun dari hal-hal itu, maka kurnia dan kedekatan Allah SWT akan tertutup bagimu. Oleh kerana itu, tutuplah segala hal dengan kesedaranmu akan keesaan Allah dan dengan peniadaan diri. MakaLanjutkan membaca “Fathul Ghaib”
Fathul Ghaib
Bagian #57 Risalah 57 Mutiara karya Syeikh Abdul Qodir Jailani Segala pengalaman spiritual merupakan pengekangan, sebab sang wali diperintahkan untuk menjaga hal-hal itu. Segala yang diperintahkan untuk dijaga menimbulkan pengekangan. Berada dalam ketentuan Allah merupakan kemudahan, sebab yang diperintahkan hanyalah memaujudkan diri dalam ketentuan-Nya. Sang wali tak boleh bersitegang dalam masalah ketentuan-Nya. Ia harus selarasLanjutkan membaca “Fathul Ghaib”
Fathul Ghaib
Bagian #56 Risalah 56 Mutiara karya Syeikh Abdul Qodir Jailani Bila hamba Allah telah lepas dari makhluk, keinginan, diri, tujuan dan kehendak akan dunia dan akhirat, maka ia tak menghendaki sesuatu pun selain Allah yang Maha perkasa lagi Maha agung, dan segala suatu sirna dari hatinya. Maka ia menjadi pilihan-Nya, dicintai oleh makhluk, dekat kepada-NyaLanjutkan membaca “Fathul Ghaib”
Fathul Ghaib
Bagian #55 Risalah 55 Mutiara karya Syeikh Abdul Qodir Jailani Kesenangan hidup dicampakkan tiga kali. Pada awalnya sang hamba Allah berada dalam kegelapan, kejahilan dan kekacauan, bertindak berdasarkan dorongan-dorongan alaminya dalam segala keadaan, tanpa sikap pengabdian terhadap Tuhannya dan tanpa memerhatikan hukum agama. Dalam keadaan begini, Allah memandangnya penuh kasih, maka dianugerahkan-Nya kepadanya pengingat dariLanjutkan membaca “Fathul Ghaib”
Fathul Ghaib
Bagian #54 Risalah 54 Mutiara karya Syeikh Abdul Qodir Jailani Barangsiapa menghendaki kehidupan akhirat, maka wajib baginya mengabaikan dunia. Barangsiapa menghendaki Allah, maka wajib baginya mengabaikan kehidupan akhirat. Ia harus mencampakkan kehidupan duniawinya demi Tuhannya. Selama keinginan, kesenangan dan upaya duniawi dan di dalam hatinya seperti makan, minum, berpakaian, menikah, tempat tinggal, kenderaan, jabatan, ketinggianLanjutkan membaca “Fathul Ghaib”
Fathul Ghaib
Bagian #53 Risalah 53 Mutiara karya Syeikh Abdul Qodir Jailani Mintalah kepada Allah keredhaan akan ketentuan-Nya, atau kemampuan meluruh dalam kehendak-Nya. Sebab di dalam hal ini terletak kesenangan dan keunikan besar di dunia ini, dan juga gerbang besar Allah dan sarana untuk dicintai-Nya. Barangsiapa dicintai-Nya, maka Ia tak menyiksanya di dunia ini dan di akhirat.Lanjutkan membaca “Fathul Ghaib”
Fathul Ghaib
Bagian #53 Risalah 53 Mutiara karya Syeikh Abdul Qodir Jailani Mintalah kepada Allah keredhaan akan ketentuan-Nya, atau kemampuan meluruh dalam kehendak-Nya. Sebab di dalam hal ini terletak kesenangan dan keunikan besar di dunia ini, dan juga gerbang besar Allah dan sarana untuk dicintai-Nya. Barangsiapa dicintai-Nya, maka Ia tak menyiksanya di dunia ini dan di akhirat.Lanjutkan membaca “Fathul Ghaib”
