Fathul Ghaib

Bagian #32 Majelis ke 32 MELAKSANAKAN PERINTAH DAN MENJAUHI LARANGAN-NYA Jum’at pagi tanggal 11 Jumadil Akhir tahun 545 Hijriyah, di pondok, Beliau berkata:Laksanakanlah perintah Allah, rintangilah perbuatan terlarang; bersabarlah dalam menerima ujian dengan memperbanyak amalan sunnah, maka kamu sungguh disebut orang sadar yang beramal untuk mencari taufiq Allah; rendahkan dirimu di hadapan-Nya hingga lengket debu; rintangiLanjutkan membaca “Fathul Ghaib”

Fathul Ghaib

Bagian #31 Majelis ke  31. Marah yang terpuji dan tercela Pengajian pada Tanggal 12 Jumadil akhir tahun 545 Hijriyah di Madrasah Al Namurah, Beliau berkata:Marah, jika dilandasi karena Allah itu masih terpuji, tapi jika terdorong oleh yang lain, berarti suatu cela; orang beriman jika bersih itu karena Allah semata, jadi bukan karena diri sendiri; juga bersihLanjutkan membaca “Fathul Ghaib”

Fathul Ghaib

Bagian #30 Majelis ke  30 Mengenal Allah atas nikmat-Nya Pagi tanggal 16 Jumadil Akhir tahun 545 Hijriyah di Pondok, Beliau berkata: Wahai, amat beruntung orang yang mengenal Allah – atas kenikmatan-Nya dan menyandarkan segala permasalahannya kepada-Nya, menelanjangi jiwanya sebab-sebab, dan kekuatannya; orang berakal adalah orang yang tidak memperhitungkan amalnya untuk Allah, tidak mencari pahala atas segalaLanjutkan membaca “Fathul Ghaib”

Fathul Ghaib

Bagian #29 Majelis ke  29 Jangan menyanjung orang kaya karena kekayaannya Tanggal 11 Jumadil Akhir 545 Hijriyah di Madrasah, Beliau berkata: dengan mensitir Hadis Nabi saw :“Barangsiapa menjunjung (menyanjung) orang kaya karena terdorong ingin memperoleh apa yang ada padanya, maka hilanglah sepertiga agamanya.”Dengarlah, wahai orang munafiq, demikian akibat perendahan diri di hadapan orang kaya, maka bagaimanaLanjutkan membaca “Fathul Ghaib”

Fathul Ghaib

Bagian #28 Majelis ke  28 Cinta kepada Allah Tanggal 9 Jumadil Akhir tahun 545 Hijriyah di Pondok, Beliau berkata:Mensitir sabda Nabi Muhammad saw. “bahwa seseorang datang kepada Nabi, katanya : sesungguhnya aku mencintai Agama Allah. Sabda Nabi saw. : peganglah bala’ sebagai jilbab dan genggamlah fakir sebagai jilbab.”Karena kamu ingin brsifat seperti sifatku, maka kamu harusLanjutkan membaca “Fathul Ghaib”

Fathul Ghaib

Bagian #27 Majelis ke  27 Jangan jadi pendusta Jum’at pagi tanggal 7 Jumadilakhir tahun 545 Hijriyah di Madrasah, Beliau berkata:Jadilah orang berakal, jangan jadi pendusta; engkau berkata aku takut Allah, ternyata kamu takut yang lain; kamu jangan takut, baik jin, manusia atau Malaikat; juga jangan takut pada satu pun hewan yang bisa bicara atau hewan benaran;Lanjutkan membaca “Fathul Ghaib”

Fathul Ghaib

Bagian #26 Majelis ke  26 Jangan mengadu pada makhluk Pengajian Tanggal 20 Dzulhijjah tahun 545 Hijriyah di Pondok, Beliau berkata:Sabda Nabi saw. :“Di antara simpanan Arasy adalah penyembunyian bencana.”Wahai pengadu kepada manusia atas bencana yang menimpa; pengaduan mana bisa bermanfaat bagimu; pengaduan kepada ciptaan tidak akan bermanfaat atau membawa bencana (dlar); jika kamu berpegang teguh kepadaLanjutkan membaca “Fathul Ghaib”

Fathul Ghaib

Bagian #25 Majelis ke  25 Zuhud dalam dunia Tanggal 19 Dzulhijjah tahun 545 Hijriyah, Beliau berkata:Bahwa Isa a.s.; bila mencium bau wewangian segera menyumbat hidung; kala itu ia berkata : inilah dunia. Demikian hujjah untukmu. Wahai pengaku berzuhud – dengan kata dan perbuatan – sungguh kamu telah mengenakan busana zuhud tapi batinmu terpenuhi luapan rasa cintaLanjutkan membaca “Fathul Ghaib”

Fathul Ghaib

Bagian #24 Majelis ke  24 Janganlah menyukutan Allah baik dalam angan-angan Ahad pagi tanggal 14 Dzulhijjah tahun 545 Hijriyah di Pondok, Beliau berkata:Janganlah menyukutan Allah baik dalam berangan-angan pengertian dengan nafsu, hawa dan tabiatmu, takutlah Dia pasang dalam jiwa.Ada Ulama berkata : “Iktuilah Allah berkait dengan ciptaan dan jangan ikuti mereka untuk-Nya; patahkan orang yang mematahkan,Lanjutkan membaca “Fathul Ghaib”

Fathul Ghaib

Bagian #23 Majelis ke  23. Menjernihkan hati Jum’at pagi tanggal 12 Dzulhijjah tahun 545 Hidjriyah, di madrasah, Beliau berkata:Sabda Rasulullah saw. :“Sesungguhnya hati ini berkarat dan sesungguhnya penjernihannya adalah membaca Al-Qur’an, ingat mati dan menghadiri majlis untuk berdzikir.”Hati berkarat!; jika kamu mendapati pemiliknya – sebaaimana yang dilukiskan Nabi saw – dan jika tidak maka beralih padaLanjutkan membaca “Fathul Ghaib”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai