7 Keajaiban Otak Manusia, Mulai dari Tidak Pernah Berhenti Bekerja Hingga Mengendalikan Banyak Hal

1. 100 miliar sel 

Ada sekitar 100 miliar sel neuron di sistem saraf otak kita. Sel-sel itu bertugas mengirimkan pesan di otak kita. 

Dengan angka tersebut, sel otak kita lebih banyak daripada pesan yang dikirim seluruh telepon di dunia. 

2. Terbentuk jaringan baru 

Setiap kali kita belajar hal baru dan berlatih dengan tekun, maka akan terbentuk jaringan baru di otak. 

Sehingga, kita dapat melakukan hal baru itu dengan mudah. Misalnya saja saat belajar naik sepeda. 

3. Tidak pernah berhenti bekerja 

Otak kita tidak pernah berhenti bekerja, meskipun kita sedang tidur. 

4. Menyimpan semua ingatan 

Otak menyimpan semua ingatan kita. 

Mulai dari ingatan yang kita lihat, dengar, hirup, bahkan segala sesuatu yang kita sentuh. Bahkan sejak kita masih bayi.

5. Bekerja dengan sangat cepat 

Tahukah Anda bahwa kerja otak kita lebih cepat daripada komputer yang super canggih? 

Ya, otak kita mampu mengolah berbagai informasi yang berasal dari berbagai organ tubuh kita, seperti mata, telinga, hidung, dan lainnya dengan sangat cepat. 

6. Mengendalikan banyak hal 

Otak mengendalikan segala hal yang kita lakukan. 

Mulai dari detak jantung, bernapas, bergerk, berpikir, atau pun merasa. 

7. Kecepatan sel neuron 

Sel-sel neuron mengirimkan informasi ke otak dengan kecepatan lebih dari 241 km/jam. 

10 Fakta otak Manusia

Bicara soal otak, tak melulu soal kecerdasan. Sebagai organ terpenting pada tubuh manusia, otak memiliki jutaan sel saraf yang menentukan cara kita bertindak dan berpikir. Sudah banyak penelitian tentang otak yang dilakukan para ahli. Tetapi, menurut dokter umum dr. Rayhan Maditra, sejumlah fakta menarik berikut mungkin sangat jarang diungkap para ahli. 

Dikutip dari kanal YouTube Mako Talk, suami penyanyi Isyana Sarasvati itu menjabarkan sepuluh fakta menarik tentang otak.

1. Otak berlemak

Sekitar 60 persen otak manusia terdiri dari lemak, dan tiga perempatnya terdiri dari air. Karena itu, penting untuk konsumsi makanan yang mengandung banyak lemak baik seperti omega 3 yang ada pada ikan. Rayhan juga mengingatkan agar jangan sampai mengalami dehidrasi. Karena dehidrasi bisa mempengaruhi kerja kognitif otak, seperti daya berpikir, mengingat, membuat keputusan, dan fokus.

“Walaupun berat otak hanya dua persen dari berat tubuh, dia memerlukan 20 persen dari aliran darah. Karena dia perlu banget oksigen dan nutrien yang terkandung dalam darah. Makanya jangan sampai darah kita kelaparan,” kata Rayhan.

2. Otak manusia purba lebih besar

Volume otak manusia purba ternyata lebih besar daripada otak manusia modern saat ini. Tapi bukan berarti otak makin kecil maka intelektualitas juga menurun. Menurut Rayhan, peneliti masih mencari tahu sebab pasti penyusutan otak manusia. Banyak teori yang berkembang terkait itu, salah satunya evolusi. Tubuh manusia yang semakin mengecil, diikuti otak yang juga menyusut.

“Banyak menduga otak kita makin efisien. Dan ada juga yang menyebut ini akibat dari domestikasi. Sama seperti anjing atau domba. Otak mereka juga ikut mengecil seiring berjalannya waktu,” ucapnya.

3. Pembuluh darah dan jaringan kapiler pada otak sangat panjang

Jika dipanjangkan, pembuluh darah pada otak bisa mencapai jarak 640 km lebih. Ini sama seperti jarak Jakarta-Madiun. Terdengar mustahil, tapi itu karena pembuluh darah di otak sangat kecil, sehingga bisa berada di ruangan sekecil otak.

4. Otak manusia seperti plastik

Namun bukan berarti seperti kantong plastik, kata Rayhan. Otak manusia bersifat neuroplasticsity dalam arti bisa berubah bentuk. Meski otak akan menetap mulai usia 20-an, tetap masih bisa berkembang sampai usia lanjut. Istilah homunculus digunakan untuk mengidentifikasi anggota tubuh di otak berdasarkan tingkat sensitifitas.

Juga istilah phantom limb, yaitu jika ada anggota tubuh yang sudah diamputasi, maka masih bisa merasakan sentuhan bahkan rasa sakit pada anggota tubuhnya yang sudah hilang. Ini akibat adanya representasi anggota tubuh mereka di otak. Tapi perlahan neuron di otak bisa saja berkurang atau berpindah ke tempat lain.

5. Otak supir taksi di Inggris rata-rata lebih besar daripada populasi lain

Khususnya bagian otak pada hippocampus yang berfungsi untuk pembentukan memori. Peneliti menduga itu diakibatkan karena tes menjadi supir taksi di sana merupakan tes tersulit di dunia. Karena calon supir taksi harus menghapal 25 ribu nama jalan di London dan rute tercepat untuk setiap destinasi. Ini menyebabkan daerah hippocampus mereka jadi lebih besar, terutama daerah yang penting untuk pembentukan memori visual.

6. Otak lebih cepat daripada sebagian besar komputer

Meski tidak lebih cepat dari super komputer di dunia, salah satunya K computer dari Fujitsu yang 10 kali lebih cepat dari otak kita, komputer itu membutuhkan energi 10 ribu watt. Sementara otak manusia hanya butuh 20 watt.

7. Otak tidak bisa merasa nyeri

Meski otak berfungsi untuk menerima rangsangan nyeri dari seluruh tubuh, otak tidak bisa merasakan nyeri. Hal ini lantaran otak tidak punya reseptor nyeri.

Awake craniockmy merupakan salah satu teknik pembedahan, terutama pada kasus tumor otak, di mana pasien tetap sadar selama operasi. Hal ini agar dokter tetap bisa berkomunikasi dengan pasien untuk memastikan daerah lain seperti penglihatan dan area gerak tidak mengalami gangguan selama pembedahan.

8. Ada cermin dalam otak

Saat melihat orang menguap, kita bisa tertular. Rayhan menjelaskan, itu diakibat dari mirror neuron. Ada sekumpulan neuron dalam otak yang menyala saat manusia melakukan kegiatan dan juga yang menyala saat orang lain melakukan kegiatan. Peneliti menduga itu juga menjadi pusat empati manusia, sehingga bisa merasakan kesedihan yang dialami orang lain.

9. Otak ‘mandi’ saat tidur

Tidur sangat penting untuk kesehatan otak. Saat tertidur, otak akan mandi untuk membersihkan dirinya dari toksin dan limbah yang menumpuk. Cairan cerebrospinal fluid yang mengaliri lapisan otak luar akan meningkat saat tidur. Terutama pada fase tidur tanpa mimpi. Cairan akan membantu menghilangkan toksin termasuk protein beta amyloid yang diduga menjadi penyebab alzheimer.

10. Musik bisa sinkronisasi gelombang otak

Penelitian memperlihatkan saat kita mendengarkan lagu, otak akan menyinkronkan dirinya dengan lagu yang didengarkan. Bahkan saat menonton konser, otak setiap orang akan jadi satu frekuensi. Begitu juga dengan anggota band yang memainkan musiknya.

Sinapses dalam otak manusia mampu mempertajam ingatan

Memiliki daya ingat tajam adalah dambaan semua orang. Seiring berjalannya waktu, daya ingat biasanya menurun karena kepikunan atau demensia menghantui setiap manusia.

Oleh karena itu, para peneliti mencari cara untuk dapat meningkatkan daya ingat seseorang. Dalam penelitiannya, Michael Kahana, profesor psikologi di University of Pennsylvania, dan koleganya menemukan bahwa mengirim stimulasi listrik kecil bia meningkatkan daya ingat seseorang.

“Kami melihat peningkatan daya ingat sebesar 15 persen,” ungkap Kahana dikutip dari NPR, Selasa (06/02/2018).

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications ini menyebut bahwa kuncinya adalah mengirim stimulasi listrik kecil pada tempat dan waktu yang tepat.

Kahana juga menjelaskan, pendekatan ini mengisyaratkan adanya cara baru untuk mengatasi masalah ingatan yang disebabkan penyakit Alzheimer. Sayangnya, teknologi ini masih jauh dari kata siap untuk digunakan secara massal.

Pada mulanya, Kahana dan timnya berusaha mencoba memahami mengapa otak sering gagal menyimpan informasi yang diinginkan.

“Ketika kami mencoba mempelajari daftar barang, terkadang barang itu menempel dalam ingatan tapi kadang kala kala kita mengalami penyimpangan di mana kita tidak bisa mengingat apapun,” jelas Kahana.

Karenanya, Kahana dan koleganya mencari cara untuk membantu fungsi otak agar lebih baik. Mereka menggunakan komputer untuk mempelajari pola aktivitas elektrik dalam otak yang mengindikasikan gangguan memori.

Selanjutnya para peneliti merekrut 25 penderita epilepsi sebagai peserta penelitian. Pemilihan peserta ini karena mereka telah memiliki elektroda (dalam bentuk implan) yang ditanamkan di otak untuk memantaunya.

Para peneliti kemudian meminta peserta untuk mengingat daftar kata, di mana komputer tersebut masih memonitor aktivitas otak peserta. Komputer ini juga belajar memprediksi, berdasarkan pola aktivitas otak, saat sebuah kata baru tidak ‘tenggelam’.

Pada percobaan selanjutnya, para peserta kembali diminta mempelajari daftar kata. Kali ini komputer tak hanya memprediksi kapan mereka lupa, tapi juga memberikan mereka sedikit kejutan listrik kecil saat mereka lupa kata dalam daftar tersebut untuk memperbaikinya.

“Kami masih benar-benar kekurangan eksperimen pada orang dengan kondisi lain untuk mengetahui secara pasti apakah pengobatan tersebut akan terbukti efektif atau tidak,” ujar Sperling.

Otak Manusia Mampu Menghasilkan Listrik yang Cukup untuk Menghidupkan Bola Lampu

Otak merupakan salah satu organ tubuh yang tugasnya untuk mengatur setiap hal yang kita lakukan. Organ ini yang bisa membuat kita berpikir, belajar, menciptakan sesuatu, belajar, merasakan emosi, bernapas, dan banyak hal hebat lainnya. Otak manusia memang menakjubkan, ya!

Tidak hanya itu, secara terori, otak manusia juga ternyata bisa menghasilkan listrik yang cukup untuk menghidupkan bola lampu. Kok, bisa, ya?

Otak Manusia Memiliki Neuron yang Banyak Sekali

Dalam otak manusia, terkandung 100 miliar sel mikroskopis yang kita sebut dengan neuron. Ada banyak neuron di otak kita, sehingga membutuhkan waktu ribuan tahun untuk menghitung semuanya.

Saat melakukan berbagai aktivitas, seperti bermimpi, tertawa, berpikir, melihat, bernapas, bergerak, dan lainnya, sinyal kimia dan listrik akan berlomba-lomba melewati semua neuron di otak melalui miliaran jalur kecil neuron.

Neuron Mampu Mengirimkan Banyak Pesan

Otak kita tidak pernah berhenti bekerja, bahkan saat kita tidur. Otak juga hebat karena mampu mengirimkan berbagai pesan yang tak terhitung jumlahnya ke seluruh jaringan yang ada di dalam tubuh setiap detiknya. Neuron pada otak manusia bisa membuat dan mengirimkan pesan yang jauh lebih banyak daripada pesan yang dikirim seluruh ponsel di seluruh dunia, lo.

Mampu Menyalakan Bola Lampu

Nah, meskipun satu neuron itu hanya menghasilkan sedikit daya listrik, tapi jika seluruh neuron yang ada di otak kita digabungkan, maka dapat menghasilkan energi yang cukup untuk menyalakan bola lampu dengan watt yang rendah. Wah, otak kita keren sekali, ya, teman-teman!

Tubuh Hasilkan Energi Listrik, Otak Sumbernya

Tubuh manusia memiliki energi listrik sekitar 10 watt, yang berasal dari otak.

Bahkan, otak manusia yang mempunyai berat 1,5 kg mempunyai frekuensi 0,5 Hertz hingga 40 Hertz serta tegangan mulai -90 milivolt hingga 40 milivolt.

“Aktivitas otak menghasilkan listrik tubuh berbeda-beda tergantung gelombang frekuensi dan tegangan listrik di otak,”terang Adjie dalam bedah bukunya berjudul “Mengunduh Energi Allah’ di Universitas Narotama, Surabaya, Sabtu (22/2/2014).

Menurut Adji, adanya gelombang otak ini bisa diukur dengan alat EEG (Elektro Ensefalo Gram).

Hasil pengukuran tersebut menggolongkan gelombang otak menjadi gelombang gama saat otak mencapai 40 Hz, gelombang Beta saat otak dalam keadaan bergairah, gelombang Alfa saat otak dalam keadaan tenang (8 – 12 Hz), gelombang teta ketika mengantuk, gelombang delta ketika tidur dan kondisi koma dibawah 0,5 Hz.

“Gelombang Alfa ini  mampu mensinkronkan energi kita dengan Allah. Gelombang ini diperoleh setelah bangun tidur. Karena itulah kenapa Allah menganjurkan kita Tahajud ketika bangun tidur,” kata Motivator Spiritual Kelistrikan Otak ini.

Sementara gelombang Gama dipakai ketika berdoa karena kedaaan otak saat itu harmonis dan merupakan kesatuan seluruh aktivitas.https://d-3915011733559652219.ampproject.net/2010010034001/frame.html

Menurut Adjie, ritualitas agama (ibadah vertikal) terbukti meningkatkan tegangan. Diantaranyan sholat, membaca Al Quran dan ibadah haji.

Terkait haji, Adjie melakukan observasi langsung di pelataran Ka’bah Masjidil haram Mekah, Raudhah Masjid Nabawi di Madinah, padang Arafah serta melihat orang-orang yang baru pulang dari ibadah Haji.

Akhirnya ditarik kesimpulan bahwa serangkaian syarat dan rukun haji mampu meningkatkan voltase tubuh manusia.

Hal ini disebabkan karena ketika melakukan ritualitas di tempat-tempat yang mempunyai energi tinggi, maka energi tubuh akan terkena induksi sehingga energi meningkat.

Nutrisi: Sumber Energi Listrik Otak

Kita menyimpan informasi pada otak, tidak pada ginjal. Semua kita tentu mengamini pernyataan ini. Memahami cara kerja otak menyimpan dan mengelolah informasi yang masuk, akan sangat membantu setiap kita mempersiapkan masa depan generasi selanjutnya sejak awal. System saraf pusat; otak adalah computer paling canggih yang pernah ada. Otak manusia adalah organ yang unik dan dasyat, tempat diaturnya proses berpikir, berbahasa, emosi hingga hal alamiah tubuh lainnya semisal detak jantung, suhu tubuh dan proses bernafas.

Sejak di dalam kandungan, rata-rata 250 ribu sel otak akan menggandakan diri setiap menit. Dari triliunan sel otak, ketika lahir setiap kita sudah memiliki hingga 100 milyar sel neuron. Sel-sel neuron ini adalah pusat penyimpanan informasi yang berdiri sendiri. Neuron menyimpan informasi pada ribuan dendrit seperti cabang-cabang pohon. Setiap neuron memiliki 2000 hingga 20.000 dendrit. Sel-sel neuron inilah yang membentuk korteks. Korteks otak adalah pusat kecerdasa, bagian yang digunakan untuk menalar, berbicara, melihat, mendengar dan mencipta. Sayangnya kita tidak lagi mendapatkan sel-sel neuron ini setelah kita lahir.

Karena tahapan pembentukan neuron hanya terjadi seiring pertumbuhan janin maka kekurangan nutrisi selama masa kehamilan akan berakibat sangat fatal bagi perkembangan kecerdasan anak. Dalam keadaan ibu hamil kekurangan gizi, jumlah neuron anak yang dilahirkan bisa saja hanya separoh dari yang dimiliki oleh anak yang lahir dari ibu yang tercukupi gizinya.

Informasi-informasi yang ada di dalam neuron akan diteruskan ke sel neuron lain dan dari neuron ke sel tubuh lain melalui system listrik tubuh disepanjang aksonyang menyerupai kabel utama. Akson adalah jalur saraf yang mengirim pesan dengan cepat antar neuron dan dari neuron ke sel lain di seluruh tubuh kita. Kecepatan pertukaran informasi di dalam akson bisa mencapai 100 meter / detik. Ketika gelombang listrik otak ini mencapai ujung akson ia harus melewati sebuah celah penghubung – sinapsis – antar sel. Pada saat mencapai sinapsis gelombang listrik otak memicu reaksi kimia – neurotransmitter – yang menyeberangi sinapsis. Setelah melewati sinapsis rekasi kimia ini kembali menjadi gelombang listrik dan mengirim informasi sepanjang akson. Pertukaran elektris – kimiawi ini berlangsung terus menerus seumur hidup.

Otak memiliki setidaknya 70 neurotransmitter yang masing-masingnya dipengaruhi oleh asupan nutrisi. Diantaranya yaitu adrenalin dan endorphin. Kekurangan asupan nutrisi penting yang membentuk salah satu neurotransmitter ini bisa mengakibatkan kehilangan kemampuan otak merespon informasi di dalam dan antar sel. Para penderita penyakit Alzheimer pada orang tua disarankan untuk diet kaya letisin untuk membantu meningkatkan memori. Sekali lagi asupan nutrisi sangat berpengaruh terhadap kinerja otak dalam merespon setiap informasi yang diterima oleh semua indra kita.

Neuron bukan satu-satunya sel otak. Selain neuron kita juga memiliki 900 milyar sel glial. Setiap akson diselubungi oleh selaput mielin. Semakin baik mielin, semakin efisien pesan disampaikan antar sel-sel aktif. Seluruh system komunikasi ini dikelilingi oleh sel glial. Sel glial berfungsi untuk mengarahkan pembungkusan akson oleh mielin, dan umumnya memelihara sel saraf aktif. Sebagai penyelubung selaput mielin berperan sangat vital untuk menjaga agar informasi tidak bocor saat melewati akson. Dalam kasus tertentu kebocoran dalam akson mengakibatkan ketidaksesuaian dalam tahapan-tahapan pertumbuhan.

Jika setelah lahir bayi tidak diberi makanan dengan nutrisi yang cukup, maka pembentukan sel glial akan terhambat dan tidak memenuhi jumlah yang cukup. Pun oleh mielin, kekurangan nutrisi pada masa awal pertumbuhan menyebabkan jalur-jalur saraf di sekitar otak dan tubuh tidak akan diselubungi dengan efisien.

Tahapan-tahapan mielinasi sudah terjadi setelah saraf pusat terbentuk pada bulan pertama kehamilan dan masih terus berlangsung dalam masa-masa perkembangan setelah lahir. Proses ini berjalan berurutan. Biasanya dimulai dari yang paling dekat dengan system saraf pusat. Karenanya kita selalu lebih dulu bisa mengucapkan kata-kata kemudian berjalan. Akson yang mengirim pesan ke sel yang menguatkan jari kaki dan betis butuh waktu lebih lama dibandingkan ke sel-sel lidah dan pita suara.

Di dalam otak, tahapan milienasi-penuh berlangsung dari otak bagian belakang menuju kebagian depan otak. Karenanya setiap kita dalam keadaan pertumbuhan normal selalu lebih dulu bisa melihat sebelum berbicara.

Kecerdasan manusia sangat ditentukan oleh konektifitas antar neuron di dalam korteks otak kita. Semakin banyak dan intens koneksi antar neuron semakin baik neuron menyimpan informasi. Aktifitas interkoneksi antar sel otak dan antara sel otak dengan tubuh oleh system elektris – kimiawi tubuh membutuhkan energi yang besar yang berasal dari nutrisi yang sesuai.

Mengutip Brian dan Roberta Morgan dalam Brain Food “Pertumbuhan pada janin bayi dan balita sangat tergantung pada waktu. Jika tidak mendapatkan semua nutrisi penting yang dibutuhkan pada waktu-waktu tersebut, kerusakan atau pembentukan yang salah pada sel otak dapat terjadi – ini tidak dapat diperbaiki lagi. Seorang bayi yang tidak diberi makanan dengan baik selama masa pertumbuhan otaknya mungkin akan mengalami ketidakmampuan belajar yang berlangsung seumur hidupnya tidak peduli apapun yang dilakukan kemudian untuk memperbaiki kekurangan nutrisi tersebut” Revolusi Cara Belajar; hal:215.

Risalah Al Muawwanah#35

Cara Berpakaian Nabi Saw

فإذا لبست ثوبك فانو به ستر عورتك التي أمرك الله بسترها وابدأ باليمين في نحو القميص وأخِّرها في النزع، وارفع إزارك وقميصك إلى نصف الساق، فإن أبيت فلا تجاوزن الكعب، وللمرأة إرسال ثوبها على الأرض من كل ناحية قريباً من ثلثي ذراع،

Berpakaian Dalam berpakaian disunnahkan berniat untuk menutup aurat. Karena Allah memerintahkan engkau menutupi aurat. Disunnahkan memulai berpakaian dari arah kanan dan melepaskannya dari bagian kiri seperti ketika memakai baju kurung. Angkatlah pakaian (seperti sarung atau baju kurung), hingga tengah-tengah betis, dan jangan sampai melampaui mata kaki atau di atas betis. Hal ini diprioritaskan bagi laki-laki. Sedangkan bagi wanita, hendaklah pakaiannya sampai menyentuh tanah, yang tersentuh kira-kira dua sepertiga dzira` (kurang lebih 2,7 meter)

واجعل كم قميصك إلى الرسغ أو إلى أطراف الأصابع وإن زدت فلا تسرف، وقد كان كم رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى الرسغ، وقطع علي قميص له إلى أطراف الأصابع،

Jadikanlah lengan bajumu sampai pergelangan tangan atau sampai ujung jari-jari. Janganlah sampai lebih dari ujung jari-jari. Karena lengan baju Rasulullah Saw. sampai pergelangan tangan. Sedangkan baju Ali bin Abi Thalib sampai ujung jari-jari.

ولا تتخذ من الملابس إلا ما تحتاج إلى لبسه، ولا تتحر أنفس الملبوس ولا أخشنه وتوسط في ذلك ولا تكشف عورتك ولا شيئاً منها لغير حاجة، ومتى دعت الحاجة إلى كشف شيء منها فقل عنده: بسم الله الذي لا إله إلا هو. وقل إذا لبست ثوبك: “الحمد لله الذي كساني هذا ورزقنيه من غير حول مني ولا قوة”. ومن السنة لبس العمامة وليس من السنة توسيع الأكمام وكبر العمائم.

Jangan berpakaian dengan pakaian terlalu bagus atau terlalu buruk. Berpakaianlah dengan pakaian yang bernilai sedang. Janganlah membuka aurat, kecuali dalam keadaan perlu, seperti mandi, buang hajat, dan lain sebagainya. Bacalah kalimat di bawah ini pada saat membuka aurat.

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِىْ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ.

“Dengan menyebut nama Allah yang tiada Tuhan selain Dia.” Sedangkan yang dibaca ketika berpakaian adalah :

اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِىْ كَسَانِىْ هَذَا وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِحَوْلٍ مِنِّىْ وَلَا قُوَّةٍ.

“Segala puji bagi Allah, Zat yang telah memakaikan pakaian ini kepadaku dan telah memberi rezeki pakaian kepadaku tanpau upaya dan kekuatan dariku.” Disunnahkan bersurban, tetapi tidak disunnahkan memperlebat lengan baju dan memperbesar surban.

Ilmu Kalam, Tashawwuf dan Filsafat

HUBUNGAN ILMU KALAM, TASAWUF DAN FILSAFAT

BAB I

PENDAHULUAN    

A. Latar Belakang

Ilmu kalam merupakan disiplin ilmu keislaman yang banyak mengedepankan pembicaraan tentang persoalan-persoalan kalam Tuhan. Jika pembicaraan ilmu kalam hanya berkisar pada keyakinan-keyakinan yang harus di pegang oleh umat islam, tanpa argumentasi rasional, ilmu ini lebih spesifik mengambil bentuk sendiri dengan istilah ilmu tauhid atau ilmu ‘aqa’id. Pembicaraan materi-materi yang tercakup dalam ilmu kalam terkesan tidak menyentuh dzauq ( rasa rohaniah). Kajian agama erat hubungannya dengan kajian filosofis, lantaran agama juga menyangkut fundamental value dan ethnic values, untuk tidak semata mata bersifat teologis. Hal demikian dapat dimaklumi, lantaran pendekatan legal-formal  dan lebih-lebih lagi pendekatan fiqh jauh lebih dominan dari pada pendekatan yang lainnya. Baik ilmu kalam,filsafat, maupun tasawuf berurusan dengan hal yang sama, yaitu kebenaran. Ilmu kalam, dengan metodenya berusaha mencari kebenaran tentang Tuhan dan yang berkaitan dengan-Nya. Perbedaannya terletak pada aspek metodeloginya. Ilmu kalam, ilmu yang menggunakan logika. Pada dasarnya ilmu ini menggunakan metode dialektika ( dialog keagamaan ). Sementara itu, filsafat adalah sebuah ilmu yang digunakan untuk memperoleh kebenaran rasional. Dan metode yang digunakan adalah rasional. Ilmu tasawuf adalah ilmu yang menekankan rasa dari pada rasio. Sebagian pakar mengatakan bahwa metode ilmu tasawuf adalah intuisi, atau ilham, atau inspirasi yang datang dari Tuhan. Menurut “Mustafa abdur raziq (Badri : 2006), meskipun para penulis islam tidak menganggap sepenuhnya bahwa ilmu kalam dan tasawuf teoretik sebagai suatu kajian filsafat, mereka pandang keduanya sangat dekat dengan filsafat dan filsafat telah begitu dominasi paradigma pembahasan keduanya sehingga keduanya telah berwarna filsafat.”Oleh sebab itu, pemakalah ingin menyampaikan tentang hubungan ilmu kalam, tasawuf dan filsafat. Serta mengetahui perbedaan diantara ilmu kalam, filsafat dan tasawuf.

B.     Rumusan Masalah

1.      Apakah definisi dari ilmu kalam

2.      Apakah definisi dari filsafat

3.      Apakah definisi dari tasawuf

4.      Bagaimana persamaan antara ilmu kalam, filsafat dan tasawuf

5.      Bagaimana perbedaan antara ilmu kalam, filsafat dan tasawuf

6.      Bagaimana hubungan antara filsafat dan tasawuf

7.      Bagaimana hubungan antara filsafat dan ilmu kalam

8.      Bagaimana hubungan antara tasawuf dan ilmu kalam

BAB II

PEMBAHASAN

A.    Ilmu kalam

1.      Pengertian Ilmu kalam

Secara harfiyah, ilmu kalam berarti pembicaraan atau perkataan. Dalam lapangan pemikiran islam, istilah kalam memiliki dua pengertian : pertama, sabda Allah ( The Word of God ), dan kedua, ‘Ilm Al-kalam ( The science of kalam ).[1]Dalam Al-Quran istilah kalam ini dapat ditemukan dala ayat-ayat yang berhubungan dengan salah satu sifat Allah, yakni lafazh kalamullah. dalam surat An-Nisa Ayat 164 :

وكلم الله مو سى تكليما (النساء:١٦٤)

Artinya : “Dan Allah telah berbicara kepada Musa secara langsung.” ( QS.An-Nisa ;164 ).

Menurut syaikh muhammad abduh(1849-1905) ilmu tauhid atau disebut ilmu kalam,adalah ilmu yang membahas tentang wujud Allah tentang sifat-sifat yang wajib tetap bagi-Nya.sifat sifat yang jaiz disifatkan kepadanya dan tentang sifat mustahi dari pada-Nya. dan membahas tentang rosul Allah untuk memetapkan kebenaran risalahnya,apa yang diwajibkan atas dirinya,hal yang jaiz yang dihubungkan/dinisbatkan pada diri mereka dan hal yang terlarang / mustahil menghubungkannya kepada diri mereka.[2]Sebutan kalam, juga dipertegas oleh Nurcholish Madjid, yang mengutip Ali Asy-Syabi bahwa antara istilah mantiq dan kalam secara historis ada hubungan. Keduanya memiliki kesamaan, lalu antara kaum Mutakallimun ( ahli ilmu kalam ) dan para filosof mengganti istilah mantiq dengan kalam, karena keduanya memiliki makna harfiyah yang sama. Ilmu ini disebut dengan ilmu kalam, disebabkan persoalan yang terpenting yang menjadi pembicaraan pada abad-abad permulaan hijriyah ialah apakah kalam Allah ( Al-Quran ) itu qadim atau hadits. Dan dasar ilmu kalam ialah dalil-dalil pikiran dan pengaruh dalil pikiran ini tampak jelas dalam pembicaraan para Mutakallimin. Mereka jarang mempergunakan dalil naqli ( Al-Quran dan Hadits ), kecuali sesudah menetapkan benarnya pokok persoalan terlebih dahulu berdasarkan dalil-dalil pikiran. Ilmu kalam kadang disebut dengan ilmu tauhid ( mengenai keesaan Allah Swt) , ilmu usluhuddin ( membahas tentang prinsip-prinsip agama islam ) dan ilmu akidah atau aqo’id ( membicarakan tentang kepercayaan islam )

.[3]2.      Sumber-sumber ilmu kalam

Sumber utama ilmu kalam ialah Al-Quran dan Al-Hadis yang menerangkan tentang wujudnya Allah Swt,sifat-sifat-Nya,dan persoalan akidah islam lainnya. tidaklah tepat kalau ilmu kalam itu merupakan ilmu ke-islaman yang murni, karena diantara pembahasan-pembahasannya banyak yang berasal dari luar islam, sekurang-kurangnya dalam metodenya. Tetapi juga tidak benar kalau dikatakan bahwa ilmu kalam itu timbul dari filsafat yunani, sebab unsur-unsur lain juga ada. Yang benar ialah kalau dikatakan bahwa ilmu kalam itu bersumber pada Al-Quran dan Al-Hadis yang perumusan-perumusannya didorong oleh unsur-unsur dari dalam dan dari luar. Salah satu Faktor timbulnya ilmu kalam karena kebutuhan para mutakallimin terhadap filsafat itu adalah untuk mengalahkan ( mengimbangi,pen ) musuh- musuhnya, mendebat karena dengan mempergunakan alasan-alasan yang sama, mereka terpaksa mempelajari filsafat yunani dalam mengambil manfaat ilmu logika, terutama dari segi ke-Tuhanannya. Kita mengetahui An-Nazham ( tokoh mu’tazilah ,pen ) mempelajari filsafat aristoteles dan menolak beberapa pendapatnya. Barang siapa yang mengatakan bahwa imu kalam itu ilmu ke-Islam-an yang murni, yang tidak terpengaruh oleh filsafat dan agama-agama yang lain, hal itu tidaklah benar. Tetapi orang-orang yang mengatakan bahwa ilmu kalam itu timbul dari filsafat yunani semata mata itu juga tidak benar. Karena islam menjadi dasarnya dan sumber-sumber pembahasannya. Nash – nash agama banyak dijadikan dalil, disamping filsafat yunani, tetapi kepribadian islam adalah menonjol. Ilmu kalam merupakan puncak dari filsafat islam.

B.     Tasawuf

1.    Awal munculnya tasawuf

Tentang  kapan awal munculnya tasawuf, Ibnul Jauzi  mengemuka­kan,  yang pasti, istilah sufi muncul sebelum tahun 200 H.  Ketika pertama  kali  muncul, banyak orang yang  membicarakannya  dengan berbagai ungkapan. Tasawuf dalam pandangan mereka  meru­pakan  latihan jiwa dan usaha mencegah tabiat dari akhlak-akhlak yang hina lalu membawanya ke akhlak yang baik, hingga mendatangkan pujian di dunia dan pahala di akhirat.[4]Ada yang mengatakan tasawuf dari kata “shafa”, artinya suci, bersih, atau murni. Karena dari segi niatnya maupun tujuannya setiap tindakan kaum sufi, dilakukan dengan niat suci untuk membersihkan jiwa dalam mengabdi kepada Allah SWT.Ada juga yang menyatakan bahwa ahl ash-shuffah adalah komunitas yang hidup pada masa Rasulullah, dan senantiasa menyibukkan diri untuk beribadah kepada Allah.Imam Al-Ghazali dalam Ihya U’lum Ad-Din menyebutkan, Tasawuf adalah budi pekerti. Berarti ia memberikan bekal bagimu atas dirimu dalam tasawuf. Hamba yang jiwanya menerima (perintah) untuk beramal karena mereka melakukan suluk dengan petunjuk islam, orang-orang zuhud yang jiwanya menerima perintah untuk melakukan sebagian akhlak, karena mereka telah melakukan suluk dengan petunjuk (nur) imannya. Mereka memiliki ciri khusus dalam aktivitas dan ibadah mereka, yaitu atas dasar kesucian hati dan untuk pembersihan jiwa dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mereka adalah orang yang selalu memelihara dirinya dari berbuat dosa dan maksiat.[5]

2.    Tujuan Tasawuf

Tasawuf banyak diminati oleh para ulama sebagai jalan atau latihan untuk mengembankan kesucian batin atau hati. Ada dua aliran besar yang berkembang dalam dunia tasawuf, yaitu Tasawuf falsafi (Ulama yang meminati dunia filsafat, namun melibatkan diri dalam tasawuf berada dalam aliran ini) dan Tasawuf Sunni (Ulama yang tidak melibatkan diri pada dunia pemikiran filsafat).

3.    Syari’at dianggap ilmu lahir hingga aqidahnya rusak

Ada golongan lain yang mengikuti jalan tasawuf, menyendiri  dengan  ciri-ciri tertentu,  seperti  mengenakan  pakaian tambal-tambalan,  suka mendengarkan syair-syair, tepuk  tangan dan sangat berlebih-lebihan dalam masalah  thaharah dan  kebersihan. Masalah ini semakin lama  semakin  menjadi-jadi, karena para syaikh menciptakan topik-topik tertentu,  berkata menurut  pandangannya  dan  sepakat untuk  menjauhkan  diri dari ulama.  Memang mereka masih tetap menggeluti ilmu, tetapi  mereka menamakannya ilmu batin, dan mereka menyebut ilmu syari’at  seba­gai ilmu dhahir. Karena rasa lapar yang mendera perut, mereka pun membuat  khayalan-khayalan yang musykil, mereka  menganggap  rasa lapar  itu sebagai suatu kenikmatan dan kebenaran. Mereka  memba­yangkan sosok yang bagus rupanya, yang menjadi teman tidur  mere­ka. Mereka itu berada di antara kufur dan bid’ah.Kemudian  muncul beberapa golongan lain yang  mempunyai  jalan sendiri-sendiri, dan akhirnya aqidah mereka jadi rusak. Di antara mereka  ada  yang  berpendapat tentang  adanya  inkarnasi/hulul (penitisan)  yaitu Allah menyusup ke dalam diri makhluk  dan  ada yang  menyatakan  Allah menyatu dengan  makhluk/ ittihad. Iblis senantiasa menjerat mereka dengan berbagai macam bid’ah, sehingga mereka membuat sunnah tersendiri bagi mereka.

4.    Perintis tasawuf tak diketahui pasti

Abdur  Rahman Abdul Khaliq, dalam bukunya Al-Fikrus  Shufi  fi Dhauil Kitab was Sunnah menegaskan, tidak diketahui secara  tepat siapa  yang  pertama kali menjadi sufi di kalangan  ummat  Islam. Imam  Syafi’i ketika memasuki kota Mesir mengatakan, “Kami  ting­galkan  kota Baghdad sementara di sana kaum zindiq (menyeleweng; aliran  yang  tidak percaya kepada Tuhan,  berasal  dari  Persia; orang  yang  menyelundup ke dalam Islam,  berpura-pura telah mengadakan sesuatu  yang  baru yang mereka namakan assama’  (nyanyian).Kaum  zindiq  yang dimaksud Imam Syafi’i  adalah  orang-orang sufi. Dan assama’ yang dimaksudkan adalah nyanyian-nyanyian  yang mereka  dendangkan. Sebagaimana  dimaklumi, Imam  Syafi’i  masuk Mesir tahun 199H. Perkataan Imam Syafi’i ini mengisyaratkan bahwa masalah nyanyian merupakan masalah baru. Sedangkan kaum zindiq tampaknya sudah dikenal  sebelum  itu. Alasannya, Imam Syafi’i  sering  berbicara tentang mereka di antaranya beliau mengatakan:Dia  (Imam Syafi’i) juga pernah berkata: “Tidaklah seseorang menekuni tasawuf selama 40 hari, lalu  akal­nya (masih bisa) kembali normal selamanya.”Semua  ini,  menurut Abdur Rahman Abdul  Khaliq,  menunjukkan bahwa  sebelum berakhirnya  abad kedua  Hijriyah  terdapat  satu kelompok  yang  di kalangan ulama Islam  dikenal  dengan  sebutan Zanadiqoh (kaum zindiq), dan terkadang dengan sebutan mutashawwi­fah (kaum sufi). Imam Ahmad (780-855M) hidup sezaman dengan Imam Syafi’i  (767-820M),  dan pada mulanya berguru kepada Imam  Syafi’i.  Perkataan Imam  Ahmad tentang keharusan menjauhi orang-orang tertentu  yang berada dalam lingkaran tasawuf, banyak dikutip orang. Di  antara­nya  ketika seseorang datang kepadanya sambil meminta fatwa  ten­tang  perkataan  Al-Harits  Al-Muhasibi  (tokoh  sufi, meninggal 857M). Lalu Imam Ahmad bin Hanbal berkata:”Aku  nasihatkan  kepadamu,  janganlah  duduk  bersama  mereka (duduk dalam majlis Al-Harits Al-Muhasibi)”.Imam  Ahmad  memberi nasihat seperti itu karena  beliau  telah melihat  majlis  Al-Harits  Al-Muhasibi. Dalam  majlis  itu  para peserta  duduk dan menangis –menurut mereka–  untuk  mengoreksi diri. Mereka berbicara atas dasar bisikan hati yang jahat. (Perlu kita  cermati,  kini ada kalangan-kalangan muda  yang mengadakan daurah/penataran atau halaqah /pengajian, lalu mengadakan muhasabatun  nafsi/ mengoreksi diri, atau mengadakan apa yang  mereka sebut renungan, dan mereka menangis tersedu-sedu, bahkan ada yang meraung-raung. Apakah  perbuatan mereka itu  ada  dalam   sunnah Rasulullah saw? Ataukah memang mengikuti kaum sufi itu?)

[6]Pada umumnya ajaran tasawuf berdasarkan pada pandangan filsafat bahwa alam adalah merupakan pancaran Tuhan dan puncak pancaran tersebut adalah manusia ( filsafat emanasi).

[7]Kajian tasawuf dalam islam tidak berbentuk sekaligus,tetapi berkembang menembus perjalanan waktu melewati fase-fase tertentu secara bertahap. Periodesasi tasawuf islam :

1.      Tampil dalam bentuk ibadah dan zuhud, seseorang meninggal dunia menuju akhirat serta secara teguh berusaha melakukan hal-hal yang bisa menjadi taat dan dekat ( kepada Allah ). Seperti rabi’ah al-Adawiyyah sebagai tokoh kaum zuhud wanita.

2.      Melakukan kajian teoritis. Pertama mereka melakukan berorientasi pada jiwa untuk disingkap rahasia-rahasianya.mereka membicarakan tentang keasyikan,kerinduan, takut dan harapan. Mereka mencari cinta ilahi dimana saja bisa ditemukan.

[8]

C.    FILSAFATFilsafat berasal dari bahasa yunani philosophia. Yang berarti adalah cinta philia kebijaksanaan ( sophia ). Menurut analisis, kata ini muncul dari mulut phytagoras yang hidup diyunani kuno pada abad ke-6 sebelum masehi. Oleh karena itu, orang yang mencintai kebijaksanaan disebut sebagai philosophos atau filsuf. Orang yang mencintai kebijaksanaan bukanlah orang yang sudah memiliki kebijaksanaan, melainkan orang yang terus berupaya mencari kebijaksanaan

[9]Menurut plato filsafat tidaklah lain dari pada pengetahuan tentang segala yang ada. Aristoteles kewajiban filsafat adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda. Dengan demikian filsafat bersifat ilmu yang umum.

[10]Berbicara dengan berpikir sesungguhnya erat kaitannya dengan penggunaan sebuah potensi terpenting yang dianugerahkan Allah SWT. Kepada satu-satunya makhluk yang disebut manusia. Potensi terpenting yang dimaksud di sini adalah akal.Dalam Al-Quran, kata “akal” (al’aqlu)  diungkapkan dalam kata kerja (fi’il) yang mengandung arti memahami dan mengerti. Seyogianya kita dapat mengoptimalisasi potensi akal tersebut adalah dengan mempelajari salah satu bidang ilmu yang memang banyak melibatkan akal sebagai alat untuk berpikir, yaitu filsafat. Kajian filsafat pun sebetulnya bertujuan menemukan kebenaran yang sebenarnya. Dan hubungan antara filsafat dengan ilmu pengetahuan menggunakan metode pemikiran reflektif dalam usaha menghadapi fakta-fakta dunia dan kehidupan. Keduanya menunjukkan sikap kritik, dengan pikiran terbuka dan kemauan yang tidak memihak, untuk mengetahui hakikat kebenaran. Mereka berkepentingan untuk mendapatkan pengetahuan yang teratur. Adapun titik temu antara agama dan filsafat adalah keduanya pada dasarnya mempunyai kesamaan, yaitu memiliki tujuan yang sama, yakni mencapai kebenaran yang sejati. Agama yang dimaksud adalah agama samawi, yaitu agama yang diwahyukan oleh Tuhan kepada Nabi dan Rasul-Nya. Dibalik persamaan itu terdapat perbedaan pula. Dalam agama, ada hal-hal yang penting, misalnya Tuhan, kebijakan, baik dan buruk, surga dan neraka, dan lainnya. yang juga diselidiki oleh filsafat karena hal-hal tersebut ada atau paling tidak mungkin ada, karena objek penyelidikan filsafat adalah segala yang ada dan yang mungkin ada.Alasan filsafat menerima kebenaran bukanlah kepercayaan, melainkan penyelidikan, hasil pikiran belaka. Filsafat tidak mengingkari atau mengurangi wahyu, tetapi ia tidak mendasarkan penyelidikannya atas wahyu, tetapi ia tidak mendasarkan penyelidikannya atas wahyu. Lapangan filsafat dan agama dalam beberapa hal mungkin sama, tetapi dasarnya amat berlainan.

[11]Filsafat pada dasarnya adalah perenungan yang mendalam mengenai sesuatu yanng dianggap atau dinilai bermanfaat bagi kehidupan manusia.[12] Menurut Titus, Smith dan Novland tentang definisi filsafat berdasarkan watak dan fungsi adalah :

1.      Informal : Sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis.

2.      Formal : Suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang sangat kita junjung tinggi.

3.      Spekulatif : Usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan, artinya filsafat berusaha untuk mengkombinasikan bermacam-macam sains dan pengalaman kemanusiaan sehingga menjadi pandangan yang konsisten tentang alam.

Prinsip-prinsip berfilsafat :

1.      Meniadakan kecongkakan maha tahu sendiri.

2.      Perlu sikap mental berupa kesetiaan pada kebenaran.

3.      Memahami secara sungguh sungguh persoalan-persoalan filsafat serta berusaha memikirkan jawabannya.

4.      Latihan intelektual itu dilakukan secara aktif  dari waktu ke waktu dan diungkapkan , baik secara lisan maupun tulisan

5.      Sikap keterbukaan diri. (Nina W: 2010 )

D.    HUBUNGAN ILMU KALAM, FILSAFAT DAN TASAWUF

1.      Persamaan

Ilmu kalam, filsafat dan tasawuf mempunyai kemiripan objek kajian. Objek kajian ilmu kalam adalah ke-Tuhanan dari segala sesuatu yang berkaitan dengan-Nya. Objek kajian filsafat adalah masalah ke-Tuhanan disamping masalah alam, manusia, dan segala sesuatu yang ada. Sedangkan objek kajian tasawuf adalah Tuhan, yakni upaya-upaya pendekatan terhadap-Nya. Jadi, dilihat dari aspek objeknya, ketiga ilmu itu membahas masalah yang berkaitan dengan ke-Tuhanan.

[13]Baik ilmu kalam, filsafat, maupun tasawuf berurusan dengan hal yang sama, yaitu kebenaran. Ilmu kalam, dengan metodenya berusaha mencari kebenaran tentang Tuhan dan yang berkaitan dengan-Nya. Filsafat dengan wataknya sendiri pula, berusaha menghampiri kebenaran, baik tentang alam maupun manusia ( yang belum atau tidak dapat dijangkau oleh ilmu pengetahuan karena berada diluar atau diatas jangkauannya ), atau tentang Tuhan. Sementara itu, tasawuf- juga dengan metodenya yang tipikal –berusaha menghampiri kebenaran yang berkaitan dengan perjalanan spiritual menuju Tuhan

2.      Titik perbedaan

Perbedaannya terletak pada aspek metodeloginya. Ilmu kalam, sebagai ilmu yang menggunakan logika- disamping argumentasi – argumentasi naqliyah berfungsi untuk mempertahankan keyakinan ajaran agama, yang sangat tampak nilai-nilai apologinya. Pada dasarnya ilmu ini menggunakan metode dialektika ( dialog keagamaan ). Berisi keyakinan-keyakinan kebenaran agama yang dipertahankan melalui argumen-argumen rasional. Dan dari segi tempat berpijak, Ilmu kalam berpijak pada wahyu dan kesadaran adanya Tuhan.Dari segi pembinaan, ilmu kalam timbulnya berangsur-angsur dan dimulai dari beberapa persoalan yang terpisah-pisah, akhirnya tumbuh aliran-aliran ilmu kalam.Sementara itu, filsafat adalah sebuah ilmu yang digunakan untuk memperoleh kebenaran rasional. Dan metode yang digunakan adalah rasional. Filsafat menghampiri kebenaran dengan cara menuangkan akal budi secara radikal ( mengakar ), intelegral ( menyeluruh ) dan universal ( mengalam ), tidak terikat oleh ikatan apapun, kecuali oleh ikatan tangan nya sendiri yang bernama logika. Dan berpijak dari akal pikiran dan kesadaran akan wujud diri sendiri. Dari segi pembinaannya, filsafat sejak semula sudah tumbuh diyunani dalam keadaan utuh dan lengkap, sehingga ketika diterima kaum muslim tinggal memberi penjelasan-penjelasan dan mempertemukannya dengan kepercayaan-kepercayaan Islam. Berkenaan dengan keragaman kebenaran yang di hasilkan oleh kerja logika maka didalam filsafat dikenal apa yang disebuta.  kebenaran korespondensi ( persesuaian antara apa yang ada dalam rasio dengan kenyataan kebenaran yang ada dialam nyata ).

b.      filsafat koherensi ( kesesuaian antara suatu pertimbangan baru dan suatu pertimbangan yang telah diakui kebenarannya secara umum dan permanen. Jadi, kebenaran dianggap tidak benar kalau tidak sesuai dengan kebenaran yang dianggap benar oleh ulama umum ).

c.       Kebenaran pragmatik ( sesuatu yang bermanfaat ( utility ) dan mengkin dapat dikerjakan ( workability ) dengan dampak yang memuaskan. Jadi, sesuatu dianggap tidak benar jika tidak tampak manfaatnya secara nyata dan sulit untuk dikerjakan ). Ilmu tasawuf adalah ilmu yang menekankan rasa dari pada rasio. Sebagian pakar mengatakan bahwa metode ilmu tasawuf adalah intuisi, atau ilham, atau inspirasi yang datang dari Tuhan. Kebenaran ini disebut sebagai hudhuri, yaitu suatu kebenaran yang objeknya datang dari subjek sendiri. Dalam sains dikenal dengan ilmu yang diketahui bersama atau tacit knowledge, dan bukan ilmu proporsional.Ilmu kalam ( teologi ) perkembangannya menjadi teologi rasional dan teologi tradisional. Dengan prinsip teologi rasional yakni hanya terikat pada dogma-dogma yang jelas dan tegas dalam Al-Quran dan Hadits Nabi, dan memberikan kebebasan kepada manusia dalam berbuat dan berkehendak serta memberikan daya yang kuat kepada akal. Prinsip tradisional adalah terikat pada dogma-dogma dan ayat-ayat yang mengandung arti selain arti harfiyah, tidak memberikan kebebasan kepada manusia dalam berbuat dan berkehendak dan memberikan daya yang kecil pada akal.

Perbedaan metode ilmu kalam dengan ilmu-ilmu keislaman lainnya :

1.      Filsafat islamFilsafat yunani telah menarik perhatian kaum muslimin, terutama sesudah ada terjemahan buku-buku filsafat yunani kedalam bahasa arab sejak zaman khalifah al-Mansur ( 754-775 M) dalam mencapai puncaknya pada masa Al-Makmun (813-833 M) dari khalifah bani Abbasiyah. Antara ilmu kalam dan filsafat islam ada perbedaan cara pembinaannya. Ilmu kalam timbul secara berangsur-angsur dan mula-mula hanya berupa hal yang terpisah. Tetapi filsafat ini seakan-akan serentak. Sebab bahan-bahannya diperoleh dari yunani dan sebagaimana dalam keadaan sudah lengkap atau hampir lengkap. Mereka ahli-ahli filsafat itu tinggal mempertemukan dengan ajaran-ajaran islam. Filsafat islam memasuki seluruh ilmu-ilmu keislam dimana ilmu kalam adalah merupakan puncak kepribadiannya.

2.      TasawufIlmu kalam itu berlandasan nash-nash agama, dipertemukan dalil-dalil pikiran dalam membahas akidah dan ibadah merupakan amal badaniyah yang diupayakan dapat menetap kedalam hati nurani, sehingga bisa membentuk jiwa beragama. Tasawuf lebih banyak menggunakan perasaan ( dzauq) dan latihan kejiwaan (riyadlah) dengan memperbanyak amal ibadah. Kekuasaan bani abbasiyah yang telah mulai mantap pada abad ke-2 H, dengan kekayaan negara yang berlimpah, menyebabkan sebagai khalifah dan keluarhanya hidup berfoya-foya, banyak melanggar syara’ dan sebagainya. Keadaan inilah yang mendorong pesatnya gerakan sufi. ( Sahilun : 2012 )

Hubungan Ilmu Kalam dengan Filafat

Filsafat yunani menarik sekali perhatian kaum muslimim, sejak zaman Khalifah Al-Mansur (754-755 M) dan mencapai puncaknya pada masa Al-Makmun (813-833 M) dari khalifah Abbasiyah. Ilmu rektorika, ilmu tentang cara berdebat atau adabul bahtsi wal munadharoh sebagai bagian dari filsafat yunani mendapat perhatian tersendiri dari kaum muslim, sebagai suatu yang membicarakan tentang cara berdebat. Karena ilmu kalam bercorak filsafat yang menunjukkan ada pengaruh pikiran-pikiran dan metode filsafat, sehingga banyak diantara para penulis menggolongkan ilmu kalam kepada filsafat. Sebagai contoh Ibnu Khaldun ( Wafat 808 H/ 1406 M) mengatakan bahwa persoalan-persoalan ilmu kalam sudah bercampur dengan persoalan-persoalan filsafat, sehingga sukar dibedakan satu dengan lainnya. demikian pula penulis barat Tenneman atau H. Ritter memasukkan mutakallimin ke dalam filosof Islam.[14]

Hubungan Filsafat dan Tasawuf

Keduannya sama-sama berupaya untuk mengantarkan manusia memahami keberadaan Allah, sehingga bersedia melakukan kebaikan dan meninggalkan keburukan. Upaya untuk melakukan kebaikan dan meninggalkan keburukan itulah yang dapat mengantarkan manusia pada kesempurnaan jiwa.Dan dapat disimpulkan bahwa, filsafat lebih bersifat teoritis, sementara tasawuf lebih bersifat praktis. Artinya, antara filsafat islam dan tasawuf sama-sama berupaya untuk mengantarkan manusia agar memahami keberadaan Allah. Filsafat sebagai sarana teoritis yang dapat mengantarkan manusia kepada keyakinan praktis. Keyakinan praktis inilah yang menjadi wilayah tasawuf. Jadi, tujuan belajar filsafat islam adalah mencapai wilayah tasawuf.[15]

Hubungan ilmu Tasawuf dengan ilmu Kalam

Kajian ilmu kalam akan lebih terasa maknanya jika diisi dengan ilmu tasawuf.  Sebaliknya, ilmu kalam pun dapat berfungsi sebagai pengendali tasawuf. Jika ada teori-teori dalam ilmu tasawuf yang tidak sesuai dengan kajian ilmu kalam tentang Tuhan yang didasarkan pada Al-Quran dan Al-Hadis, hal ini mesti dibetulkan. Demikian terlihat hubungan timbal balik di antara ilmu tasawuf dan ilmu kalam.[16]

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

1.      Menurut syaikh muhammad abduh(1849-1905) ilmu tauhid atau disebut ilmu kalam, adalah ilmu yang membahas tentang wujud Allah tentang sifat-sifat yang wajib tetap bagi-Nya.sifat sifat yang jaiz disifatkan kepadanya dan tentang sifat mustahi dari pada-Nya.dan membahas tentang rosul Allah untuk memetapkan kebenaran risalahnya, apa yang diwajibkan atas dirinya,hal yang jaiz yang dihubungkan/dinisbatkan pada diri mereka dan hal yang terlarang / mustahil menghubungkannya kepada diri mereka.

2.      Tasawuf dalam pandangan mereka  meru­pakan  latihan jiwa dan usaha mencegah tabiat dari akhlak-akhlak yang hina lalu membawanya ke akhlak yang baik, hingga mendatangkan pujian di dunia dan pahala di akhirat.

3.      Filsafat pada dasarnya adalah perenungan yang mendalam mengenai sesuatu yanng dianggap atau dinilai bermanfaat bagi kehidupan manusia.

4.      Baik ilmu kalam, filsafat, maupun tasawuf berurusan dengan hal yang sama, yaitu kebenaran.

5.      Perbedaannya terletak pada aspek metodeloginya.

6.      filsafat adalah sebuah ilmu yang digunakan untuk memperoleh kebenaran rasional. Dan metode yang digunakan adalah rasional.

7.       Ilmu kalam ( teologi ) perkembangannya menjadi teologi rasional dan teologi tradisional. Dengan prinsip teologi rasional yakni hanya terikat pada dogma-dogma yang jelas dan tegas dalam Al-Quran dan Hadits Nabi, dan memberikan kebebasan kepada manusia dalam berbuat dan berkehendak serta memberikan daya yang kuat kepada akal

8.      Ilmu tasawuf adalah ilmu yang menekankan rasa dari pada rasio. Sebagian pakar mengatakan bahwa metode ilmu tasawuf adalah intuisi, atau ilham, atau inspirasi yang datang dari Tuhan.

Saran

Diharapkan para pelajar dan umumnya pada kita semua, untuk mempelajari ilmu kalam, tasawuf dan filsafat untuk menambah khazanah ilmu pengetahuan. Dan mengetahui peranan tasawuf, filsafat dan ilmu kalam. Ketiganya sangat berperan penting dalam bidang keilmuan dan sebagai wacana keislaman.Ilmu kalam merupakan disiplin ilmu keislaman yang banyak mengedepankan pembicaraan tentang persoalan – persoalan kalam Tuhan. Dan filsafat adalah sebuah ilmu yang digunakan untuk memperoleh kebenaran rasional. Dan metode yang digunakan adalah rasional. Sedangkan Ilmu tasawuf adalah ilmu yang menekankan rasa dari pada rasio. Sebagian pakar mengatakan bahwa metode ilmu tasawuf adalah intuisi, atau ilham, atau inspirasi yang datang dari Tuhan.Oleh sebab itu, kita sebaiknya mengetahui secara spesifik perbedaan dan persamaan antara ketigannya. Agar kita, khususnya mahasiswa tidak salah mengartikan tentang ilmu kalam, filsafat dan tasawuf.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Amin. Falsafah kalam di Era post modernisme. Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR, 1997.


G, Adeng Muchtar.  Perkembangan ilmu kalam dari klasik hingga modern. Bandung : PUSTAKA SETIA, 2005.


Jaiz, Hartono Ahmad. Kumpulan Buku Hartono ( Tasawuf Belitan Iblis) Buku digital(Jakarta, 2005) html:www.nono 6.


Khaeruman, Badri. Pemikiran Islam Tentang Teologi dan Filsafat. Bandung : Pustaka Setia ,2006.


Lubiss, Saiful Ahmad, “Hubungan Ilmu Kalam, Filsafat dan Tasawuf”,Google on line, (http : // www. As87751. Blogspot.com, 2012, diakses tanggal 16 maret 2013).


Madkour, Ibrahim.  Aliran dan Teori Filsafat Islam. Jakarta : Bumi Aksara, 1995.


Muhaimin, Ilmu Kalam Sejarah dan Aliran-aliran. Semarang : Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo, 1999.
Nasir, Sahilun A. Pemikiran Kalam (Teologi Islam ) . Jakarta : RajaGrafindo Persada, 2012.


Rosihon, Anwar. Ilmu Kalam. Bandung : Pustaka Setia, 2003.


Rozak, Abdul. Filsafat Tasawuf. Bandung : Pustaka Setia, 2010.


Rozak, Abdul , Rosihon Anwar. Ilmu Kalam. Bandung : Pustaka setia, 2012.


Syam, Nina W.  Filsafat sebagai Akar Ilmu Komunikasi . Bandung : Simbiosa Rekatama Media, 2010.


Wattimena, Reza A.A. Filsafat dan Sains ( Sebuah Pengantar ). Jakarta : Grasindo, 2008.


Zuhairini. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta : Bumi Aksara, 2008.


[1] Adeng Muchtar G, Perkembangan ilmu kalam dari klasik hingga modern ( Bandung : Pustaka Setia, 2005 ), 19.

[2] Sahilun A. Nasir, Pemikiran Kalam (Teologi Islam ) ( Jakarta : RajaGrafindo Persada, 2012 ), 1.

[3] Ibid., 4.

[4] Jaiz, Hartono Ahmad. Kumpulan Buku Hartono ( Tasawuf Belitan Iblis) Buku digital(Jakarta, 2005) html:www.nono 6.

[5] Abdul Rozak, Filsafat Tasawuf  (Bandung : Pustaka Setia, 2010), 21

[6] Jaiz, Hartono Ahmad. Kumpulan Buku Hartono ( Tasawuf Belitan Iblis) Buku digital(Jakarta, 2005) html:www.nono 6.

[7] Ibrahim Madkour,  Aliran dan Teori Filsafat islam ( Jakarta: Bumi Aksara, 1995 ), 114.

[8] Ibid., 101.

[9] Reza A.A wattimena, Filsafat dan Sains ( Sebuah Pengantar ) ( Jakarta : Grasindo,2008 ), 1.

[10]Zuhairini, Filsafat pendidikan islam ( Jakarta : Bumi Aksara, 2008 ), 4

[11] Abdul Rozak, Filsafat Tasawuf (Bandung : Pustaka Setia, 2010), 21

[12] Nina W. Syam, Filsafat sebagai akar ilmu komunikasi ( Bandung : Simbiosa Rekatama Media, 2010 ), 79

[13] Anwar,Rosihon, Ilmu Kalam ( Bandung : Pustaka Setia, 2003 ), 39.

[14] Muhaimin, Ilmu KalamSejarah dan Aliran-aliran. (Semarang : Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo, 1999), 5.

[15] Rozak, Filsafat Tasawuf., 57.

[16] Rozak, Filsafat Tasawuf., 83.

Risalah Al Muawwanah#34

Membaca Bismillah dalam memulai Sesuatu

(واعلم)

أنه ينبغي لك أن تصدر جميع أمورك باسم الله فإن نسيت أن تسمي في أول الأمر فقل -إذا تذكرت-: باسم الله في أوله وآخره، واجتهد أن لا تدخل في شيء من العادات إلا بنية صالحة

؛ Disunnahkan membaca Bismillahirrahmanirrahim untuk mengawali aktivitas. Jika engkau lupa membacanya, maka ketika ingat bacaalah Bismillahi fi awaalihi wa akhirihi. Berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk tidak melakukan segala perbuatan kecuali didasari dengan niat baik.

Risalah Al Muawwanah#33

Berusaha Mengerjakan Sesuatu sesuai dengan Sunah Nabi Saw

(وعليك)

بالمحافظة على آداب السنة ظاهراً وباطناً وعادة وعبادة تكمل لك المتابعة ويتم لك الاقتداء برسول الله صلى الله عليه وسلم رسول الرحمة ونبي الهدى.

Hendaklah dalam mengerjakan aktivitas yang lahir dan batin, adat kebiasaan atau ibadah, engkau selalu mengikuti sunnah Rasul, agar menjadi pengikutnya yang sejati.

وإن سرك أن تكون من الصديقين فلا تدخل في شيء من العادات -فضلاً عن العبادات- حتى تبحث وتنظر هل دخل فيه رسول الله صلى الله عليه وسلم أو أحد من الصحابة الأئمة، فإن لم تجدهم دخلوا فيه مع القدرة على ذلك فأمسك عنه، وإن شملته الإباحة، فإنهم ما أمسكوا عنه إلا لخير علموه في تركه، وإن رأيتهم دخلوا فيه فاعرف أولاً كيفية دخولهم فيه واقتد بهم في ذلك، وقد أمسك بعض العلماء عن أكل البطيخ وقال قد بلغني أنه عليه الصلاة والسلام أكله ولكن لم يبلغني كيفية تناوله له فلذلك أتركه.

Jika ingin masuk dalam golongan Ash-Shadiqin, yaitu orang-orang yang tulus ikhlas pada Allah, maka janganlah engkau mengerjakan aktivitas yang berhubungan dengan adat kebiasaan dan lebih-lebih ibadah sebelum engkau mengetahui terlebih dahulu apakah Rasulullah Saw. dan para sahabatnya telah mengerjakannya. Jika tak seorang pun di antara mereka mengerjakannya, maka janganlah engkau kerjakan amalan itu, karena mereka, para sahabat tak akan meninggalkan suatu pekerjaan kecuali ia telah mengetahui adanya manfaat yang lebih besar dalam meninggalkan amalan tersebut.

وقد تقدم فيما قبل هذا الفصل ويأتي فيما بعده إن شاء الله تعالى نبذة من الآداب التي تتأكد المحافظة عليها في العبادات. ونذكر الآن في هذا الفصل نبذة من الآداب التي ينبغي المحافظة عليها في العادات فنقول:

Jika engkau mengetahui bahwa Rasulullah atau para sahabatnya telah mengerjakannya, pertama kali yang harus engkau ketahui ialah tata cara pelaksanaannya. Sebagian ulama enggan memakan buah semangka. Mereka berkata, memang benar kami telah memperoleh keterangan bahwa Rasulullah pernah makan buah semangka. Tetapi, karena saya tidak mengetahui tata cara beliau memakannya maka kami enggan memakannya.

اعلم أن من حافظ في عاداته على الآداب النبوية حفظه الله من التعدي إلى ما وراءها من الأعمال والأخلاق الردية وحصل على المصالح والمنافع الدينية والدنيوية التي جعلها الله بحكمته في تلك الأمور العادية، ومن سرَّه أن تكمل له الحرية والطهارة من أدناس الحظوظ البشرية فليجعل حركاته وسكناته في ظاهره وباطنه مضبوطة بالقانون الشرعي، تابعة لإشارة الشرع والعقل، وكيفما وقع ذم العادات على لسان الصوفية فالمقصود به الدخول فيها على مقتضى الشهوة والهوى والاسترسال معها دون محافظة على الآداب الشرعية.

Orang yang mengerjakan sesuatu berkaitan dengan adat kebiasaan, yang sesuai Adab Nabawiyah, ia akan mendapatkan beberapa keuntungan dari Allah Swt., antara alin terhindar dari amal-amal yang tidak diridhai-Nya, jauh dari budi pekerti yang rendah dan mendapatkan kemaslahatan serta kemanfaatan di dunia dan akhirat. Barangsiapa ingin selalu bersih dan terbebas dari segala kotoran, suci dari dekadensi moral, maka setiap gerak dan diamnya, lahir dan batinnya, senantiasa sesuai dengan syariat dan akal sehat. Adat kebiasaan dan aktivitas sehari-hari yang dicela kaum sufi adalah adat kebiasaan yang dibarengi dengan syahwat dan hawa nafsu, lepas dari tata karma dan undang-undang syariat Islam. Mereka tak akan mencela adat kebiasaan yang jauh dari syahwat dan hawa nafsu.

وقد قال حجة الإسلام في “الأربعين الأصل” بعد أن حث على متابعة الرسول ونبه على شيء من أسرارها: هذا كله في العادات وأما في العبادات فلا أعرف لتارك السنة وجهاً إلا كفراً خفياً أو حمقاً جلياً فاعرف ذلك.

Imam Al-Ghazali dalam karyanya, Al-Arbain, setelah menganjurkan kita untuk mengikuti sunnah Rasulullah serta meninggalkan rahasia yang terkandung di dalamnya, ia berkata, “Ini semua adalah dalam perkara adat kebiasaan, sedangkan dalam perkara ibadah, maka saya tidak menemukan alas an bagi orang yang meninggalkan sunnah kecuali yang tersembunyi atau kebodohan yang jelas. Ingatlah itu!”

Risalah Al Muawwanah#32

Sholat Sunah Wudhu

(وعليك)

بصلاة ركعتين كلما توضأت. فإن لم تقدر أن تداوم على الطهارة فاجتهد أن لا تدعها عند الجلوس في المسجد وقراءة القرآن والعلم والقعود للذكر ونحو ذلك من العبادات.

Hendaklah engkau salat dua rakaat setelah wudhu. Jika tidak mampu selalu suci hadas, hendaklah engkau suci dari hadas ketika memasuki masjid, membaca Al-Qur`an, berzikir, belajar ilmu dan lain-lain.

وإذا توضأت أو اغتسلت فاحذر أن تقتصر على الفرض من ذلك بل ينبغي أن تحافظ على السنن والآداب على نحو ما بلغك من غسله ووضوئه عليه الصلاة والسلام.

Dalam berwudhu atau mandi, janganlah hanya melaksanakan yang fardhu saja. Sebaliknya tunaikan pula sunnah-sunnah dan adab-adabnya, sesuai dengan ajaran Rasulullah Saw.

(وينبغي)

أن تغتسل في بعض الأوقات بنية النظافة وإن لم تصبك جنابة وقد ورد الحث في السنة على الاغتسال يوم الجمعة لحاضريها فعليك به وهو كاف في التنظيف لكن في بعض الأوقات وفي حق بعض الأشخاص. وإذا فرغت من الوضوء وكذا الغسل فقل: أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.

Disunnahkan mandi pada saat-saat tertentu dengan niat agar badan selalu bersih walaupun tidak berjinabat. Hadits pun sangat menganjurkan mandi pada hari Jumat bagi yang hendak salat Jumat. Setelah wudhu atau mandi, disunnahkan mengucapkan:

أَشْهَدُأَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

“Aku bersaksi, sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi, sesungguhnya Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya.”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai