Risalah Al Muawwanah#37

Hindari Pembicaraan yg tidak berguna dan sumpah dengan asma Allah.

(وإياك)

والخوضَ فيما لا يعنيك وإكثارَ الحلف بالله، ولا تحلف به تعالى إلا صادقاً عند الحاجة، واحذر الكذب بجميع أنواعه فإنه مناقض للإيمان.

Hindarilah pembicaraan yang tidak berguna dan sumpah dengan menyebut asma Allah. Jangan bersumpah dengan nama-Nya, kecuali dalam keadaan yang sangat terpaksa. Pertimbangkan dan pikirkan masak-masak sebelum engkau bersumpah. Hindari perkataan bohong, karena dapat merusak keimanan.

Risalah Al Muawwanah#36

Jangan Berbicara Kecuali Pembicaraan yg Baik

(وعليك)

أن لا تنطق إلا بخير، وكل كلام لا يحل النطق به يحرم عليك الاستماع إليه، وإذا تكلمت فرتل كلامك ورتبه، واصغ إلى حديث من حدثك ولا تقطعن على أحد كلامه إلا إن كان من الكلام الذي يسخط الله كالغيبة، واحذر المداخلة في الكلام، ولا تظهر لمن حدثك حديثاً تعرفه أنك تعرفه؛ فإن ذلك مما يوحش الجليس، وإذا حدثك إنسان بكلام أو حكى لك حكاية على غير الوجه المنقول فلا تقل له ليس كما تقول ولكنه كذا وكذا، فإن تعلق ذلك بأمر الدين فعرفه الصواب برفق.

Janganlah berbicara, kecuali pembicaraan yang baik. Dan setiap pembicaraan yang diharamkan, haram pula untuk didengar. Berbicaralah dengan perlahan-lahan dan tertib. Dengarkan permbicaraan orang lain, dan jangan sekali-kali kamu putus pembicaraan itu, kecuali dapat menimbulkan murka Allah Swt. seperti ghibah, dan pergunjingan. Apabila seseorang sedang membicarakan sesuatu padamu, padahal engkau telah mengetahuinya, simpan pengetahuanmu itu. Jangan engkau utarakan padanya agar ia tidak tersinggung dan kecewa. Jika seseorang menceritakan hal yang tak benar di hadapanmu, janganlah engkau berkata : “Ceritamu tidak benar!” tetapi sebaiknya Anda katakan : “Saudaraku, yang benar adalah begini …” Dan jika cerita itu berkaitan dengan keagamaan, maka benarkan secara halus dan penuh solidaritas.

Jendral Perkasa yang tak Pernah Kalah

Jenderal pasukan Islam yang jadi legenda tak pernah kalah perang

Namanya jadi legenda, tak cuma di kalangan Umat Islam, tapi juga di Dunia Barat. Khalid Bin Walid, tercatat tak pernah dikalahkan dalam 100 pertempuran. Situs History.net memasukkannya ke dalam daftar 100 jenderal paling hebat sepanjang sejarah.

The ancienthistorylists.com memasukkan Khalid dalam 12 jenderal paling berpengaruh di dunia pada masa pertengahan.

“Yang harus dicatat, di masa lampau para jenderal benar-benar memimpin pasukan mereka ke dalam medan pertempuran. Menghadapi ribuan musuh di depan mereka. Berbeda dengan para jenderal saat ini yang memantau pertempuran lewat teknologi virtual,” tulis situs itu.

Dan Khalid Bin Walid melakukan itu semua. Dia memimpin prajuritnya ke tengah pertempuran besar, melawan musuh yang berjumlah jauh lebih banyak. Tak pernah sekalipun Khalid dikalahkan di medan perang.

Bisa disebut Khalid adalah peletak fondasi militer pertama tentara Islam. Dia berperang menyatukan seluruh Jazirah Arab, kemudian melawan Bangsa Persia, Romawi dan Byzantium.

nama Khalid sebenarnya sudah tersohor di kalangan Bangsa Qurais sebagai panglima perang yang tangguh. Dia masuk Islam setelah perjanjian Hudaibiyyah. Namun dalam perang Mut’ah tahun 629 dia mulai menunjukkan perannya untuk memimpin pasukan Muslim.

Rasulullah SAW memperkirakan akan banyak korban saat Pasukan Islam menghadapi tentara Kekaisaran Romawi Timur. Maka beliau menunjuk Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abu Thalib,
dan Abdullah bin Rawahah, bergiliran menjadi Panglima jika salah satu tewas.

Di Bushra, pertempuran pecah. Jumlah pasukan tak berimbang, 3.000 tentara Islam melawan sekitar 100.000 tentara divisi Romawi Timur. Tiga panglima yang ditunjuk Muhammad SAW tewas dalam pertempuran.

Pasukan Islam sepakat menunjuk Khalid menjadi pemimpin pasukan untuk meneruskan pertempuran. Dia memperlihatkan kepiawaiannya hingga memaksa tentara Romawi Timur mundur dari medan perempuran.

Dalam Buku Heroes of Islam yang diterbitkan Dar-us-Salam Publication, Nabi Muhammad di Madinah mendapatkan laporan soal pertempuran dan tiga komandan Muslim yang gugur.

“Pedang Allah yang menegakkan bendera Islam dan dia yang menyelamatkan pasukan Muslim hari itu,” kata Rasulullah pada para sahabatnya.

Itulah awal mula Khalid bin Walid digelari Sayf-ul-llah atau pedang Allah. Nama itu menggetarkan musuh-musuhnya di medan pertempuran.

Kelak dalam sebuah pertempuran, komandan musuh mendatangi Khalid dia bertanya. “Apakah benar Tuhan menurunkan sebilah pedang dari surga dan memberikannya padamu hingga kau tak terkalahkan?” katanya.

Khalid sebenarnya bisa saja menjawab iya dan membuat seluruh pasukan musuh ketakutan. Namun dia memilih berkata jujur. “Tidak,” kata Khalid. Dan dia bercerita bagaimana ceritanya hingga menyandang nama itu.

Terkesan dengan kejujuran Khalid, dan diskusi mereka soal Islam, sang komandan akhirnya bergabung dalam pasukan Islam.

Kehebatan Khalid juga terlihat saat pertempuran Yarmuk. Dia memimpin 40.000 tentara dan mengemban misi dari Khalifah Abu Bakar untuk menyatukan seluruh Timur Tengah di bawah bendera Islam. Musuh yang mereka hadapi adalah pasukan gabungan Armenia, Slavia, Ghassanid dan juga pasukan Romawi Timur berjumlah 150.000.

Dalam perang ini pasukan Islam mencapai kemenangan telak. Mereka merebut Palestina, Suriah dan Mesopotamia dari Kekaisaran Romawi Timur.

Nama Khalid Bin Walid harum di mana-mana. Agar dia tak didewakan dan dipuja-puja oleh Kaum Muslimin, Khalifah Umar memberhentikannya dari jabatan Panglima Perang Tertinggi Pasukan Muslim. Posisi itu diberikan pada Abu Ubaidahh.

Khalid tak mempermasalahkan hal itu. Secara pribadi dia mendatangi Abu Ubaiddah untuk melapor sebagaimana prajurit melapor pada komandannya. Dia kembali ke medan perang sebagai prajurit, bukan panglima perang tertinggi lagi.

Khalid meninggal dunia tahun 642 dalam usia 57 tahun di Kota Homs, Suriah. Dia tak meninggal di medan perang, sebagaimana keinginan banyak prajurit Muslim. Namun namanya harum sebagai Panglima Perang yang tak pernah kalah. 

4 Jenderal Pejuang Islam

Islam memiliki sejarah panjang soal peperangan. Pertempuran di medan laga melahirkan para jenderal dan panglima perang yang kehebatannya melegenda.

Tariq bin Ziyad misalnya. Dia dikenal sebagai penakluk Spanyol dan diakui sebagai salah satu komandan Muslim terbesar sepanjang masa. Tahun 711 dia memimpin tentara Bani Ummayah, meluncurkan invasi ke Spanyol.

Tariq mendarat di Gibraltar pada bulan Mei dengan 10.000 orang dan memerintahkan mereka untuk membakar kapal mereka. Sehingga tak ada jalan keluar lagi bagi pasukannya selain maju untuk bertempur dan mengalahkan tentara musuh.

“Ke manakah kalian dapat melarikan diri sementara musuh berada di depan dan lautan berada di belakang kalian? Demi Allah! Tak ada keselamatan bagi kalian kecuali dalam keberanian dan keteguhan hati kalian,” demikian pidato Tariq pada pasukannya.

Tariq dan pasukannya maju merebut satu demi satu kota dari kerajaan Visigoth. Raja Roderick tewas dalam sebuah pertempuran dan kemenangan jatuh pada pasukan Muslim. Tariq kemudian diangkat menjadi Gubernur Andalusia sebelum kelak dipanggil pulang ke negerinya.

Selain Tariq, berikut nama-nama panglima besar lainnya:

Khalid bin Walid

Selain dikenal sebagai Sahabat Nabi, Khalid bin Walid juga dikenal karena taktik militernya dan kehebatannya dalam bidang militer. Namanya harum sebagai panglima perang yang tak pernah kalah dalam setiap pertempuran. Bahkan dia dijuluki pedang Allah.

Selain itu Khalid juga memimpin pasukan Madinah dibawah kekuasaan Nabi Muhammad dan juga penerusnya seperti Abu Bakar dan Umar Bin Khattab. Pencapaian strategis yang pernah diraih saat penaklukan Arab selama Perang Riddah, Persia Mesopotamia hanya dalam waktu empat tahun pada tahun 632 ke 636.

Kehebatan Khalid juga terlihat saat pertempuran Yarmuk. Dia memimpin 40.000 tentara dan mengemban misi dari Khalifah Abu Bakar untuk menyatukan seluruh Timur Tengah di bawah bendera Islam. Musuh yang mereka hadapi adalah pasukan gabungan Armenia, Slavia, Ghassanid dan juga pasukan Romawi Timur berjumlah 150.000.

Dalam perang ini pasukan Islam mencapai kemenangan telak. Mereka merebut Palestina, Suriah dan Mesopotamia dari Kekaisaran Romawi Timur.

Salahuddin al Ayubbi

Salahuddin terkenal di dunia Muslim dan Kristen karena kepemimpinan dan sifatnya yang ksatria dan murah hati. Salahuddin juga adalah seorang ulama. Dia memberikan catatan kaki dan berbagai macam penjelasan dalam kitab hadits Abu Daud.

Salahuddin lahir di Tikrit, Irak modern, pada tahun 1137 atau 1138 di sebuah keluarga dengan keturunan Kurdi. Dia menjadi kepala pasukan militer Muslim di Mesir pada tahun 1169. Karir militernya dimulai di bawah komando pamannya, Shirkuh, dan dia mengikutinya ke berbagai pertempuran.

Dia memimpin pasukan Muslim dalam Perang Salib II. Merebut Jerusalem yang saat itu dipimpin Balian dari Ibelin dalam 12 hari pertempuran.

Istimewanya, Salahudin tak menyakiti satu pun tawanan dan melepaskan semua tentara kristen yang mau kembali ke Eropa.

Muhammad Alfatih

Muhammad Alfatih merupakan seorang Sultan Utsmaniyah yang menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur tahun 1453. Dialah yang menembus kebuntuan Umat Islam selama berabad-abad untuk merebut Konstantinopel.

Usianya baru 21 tahun saat memimpin pengepungan ke kota Konstantinopel. Kunci kesuksesan Mehmed II adalah pada meriam-meriam raksasa yang mampu menjebol benteng kota yang tebal.

Selain itu dia memerintahkan agar kapal-kapal Utsmaniyah diangkut lewat darat untuk menghindari ranjau rantai yang dipasang di perairan Konstantinopel.

Larangan Berhias dan Berbusana Berlebihan

Larangan Berhias Dan Berbusana Berlebihan Di riwayatkan dari Aisyah RA, katanya ketika Rasulullah S.A.W sedang duduk beristirahat di masjid, tiba tiba ada seorang perempuan golongan muzainah terlihat memamerkan dandanannya di masjid sambil menyeret nyeret busana panjangnya Rasulullah S.A.W bersabda:”Hai sekalian manusia, laranglah istri istrimu (termasuk anak anak remaja perempuan yang mereka miliki) mengenakan dandanan seraya berjalan angkuh di dalam masjid. Sesungguhnya Bani Israil tidak akan dilaknati sehingga kaum perempuan mereka dandanan menyolok (berlebihan) dan berjalan di dalam masjid. (Di riwayatkan Ibnu majah). Rasulullah S.A.W bersabda : ”mana saja seorang perempuan yang mengenakan wewangian, kemudian keluar rumah lalu melewati orang banyak dengan maksud agar mereka mencium bau harumnya, maka perempuan itu termasuk golongan perempuan yang berzian dan setiap mata yang memandang itu melakukan zina (diriwayatkan Ahmad Annasai dan Al Hakim dari Ibnu abu Musa Al Asy’ari) Rasulullah S.A.W bersabda : ”Aku melihat di sorga, ternyata sebagian besar isinya (yakni penghuninya ) adalah golongan orang fakir. Dan aku melihat neraka ternyata sebagian besar penghuninya kulihat dari golongan orang perempuan”. (Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, Turmudzi, dari Anas dan diriwayat oleh bukhori dan Turmudzi dari Imran bin Hashin) Yang demikian itu di sebabkan karena, mereka sedikit sekali menaati Allah, menaati Rasul-NYA dan menaati suaminya. Sebaliknya mereka lebih suka memamerkan dandannannya (tabaruj). Dalam pengertiannya yang di sebut “tabaruj” adalah seorang perempuan apabila bermaksud keluar rumah mengenakan pakaian yang lebih bagus dan berdandan mencolok yang tidak biasanya seperti itu. Ia keluar itu dapat mengganggu kaum lelaki, Kalaupun ia bisa menyelamatkan diri, tetapi kaum lelaki tidak akan selamat dari sikapnya. Karena itu Nabi Muhammad S.A.W menngingatkan bahwa, orang perempuan itu segala aurat. Rasulullah S.A.W bersabda :”Orang perempuan itu segala aurat. Apabila kelluar rumah maka syetan memperhatikannya terus untuk menyesatkannya. Dan yang lebih mendekatkan seorang perempuan kepada Allah adalah jika berada di rumahnya”. Dalam Riwayat lain di jelaskan: ”Orang perempuan itu segala aurat, maka pingitlah mereka, Karena manakala seorang perempuan keluar jalan, dan keluarganya berkata:”hendak kemana kamu.. ?”. Ia menjawab: ”aku hendak membesuk orang sakit, atau aku hendak mengiringi jenazah, maka tidak henti hentinya syetan menggodanya hingga ia mengeluarkan lengannya (yakni ia mengeluarkan sebagian tubuhya). Tidak ada perempuan yang berusaha memperoleh keridhoan Allah seperti kalau dirinya tinggal di rumah, menyembah Tuhannya dan menaati suaminya. Hatim Al Asham mengatakan, Wanita sholehah itu menjadi tiangnya agama dan sebagai pemakmur (yang meramaikan) rumah serta membantu suami melaksanakan ketaatan pada Allah. Sebaliknya perempuan yang suka melanggar hukum, dapat menghancurkan hati suaminya dengan tertawa. Abdullah bin „umar Ra mengatakan:”Tanda tanda perempuan yang shalihah adalah, jika mempunyai kecintaan takut pada Allah dan bersikap qona’ah (menerima apa adanya) terhadap apa yang di berikan Allah. Ia di hiasi sifat pemurah terhadap perkara yang di miliki, ibadahnya baik, berbakti pada suami dan gemar mempersiapkan diri beramal shalih untuk persiapan mati.

Kewajiban Perempuan jika Keluar rumah

Kewajiban Perempuan Jika Keluar Kalaulah perempuan bermaksud keluar rumah, ia berkewajiban menutup seluruh tubuhnya tanpa kecuali termasuk kedua tangannya dari perhatian orang banyak. Tidak hanya itu bahkan hendaknya ia menyamarkan diri dari perhatian orang yang mungkin mengenalnya. Jika seseorang kawan suaminya berkunjung, sementara suaminya tidak ada di rumah, hendaknya dia tidak perlu bertanya panjang lebar. Hal itu di maksud untuk memelihara diri dan suaminya. Demikian yang diungkapkan Imam Ghazali dan beberapa imam lainnya. Rasulullah S.A.W bersabda: ”Sudah menjadi ketentuan bagi manusia bahwa bagian bagian dari tubuhnya melakukan zina, hal itu pasti di lakukan. Kedua mata zinanya memandang, Kedua telinga zinanya mendengar, lisan zinanya berbicara. Kedua tangan zinanya memaksa, kedua kaki zinanya berjalan, dan hati zinanya menyenangi dan mengharap harap. Semmua itu di benarkan oleh kelamin atau di dustakannya”. (riwayat Muslim dari Abu Hurairah) Rasulullah S.A.W bersabda : ”Perkara apakah yang lebih baik bagi kaum wanita?. Fathimah menjawab : ”Hendaknya ia tidak memandang kaum lelaki dan lelaki tidak memandanginya. Kemudian Rasulullah S.A.W merangkul Fathimah dan beliau bersabda: ”Anak turun sebagian manusia dari sebagian yang lain hendaknya saling menolong. Rasulullah S.A.W, merasa terharu atas pendapat puterinya itu”.

Kedudukan Kaum Isteri

Kedudukan Kaum Isteri Hendaknya suami memberi pengertian kepada isterinya bahwa, sesungguhnya keberadaan isterinya tidak lebih bagaikan hamba sahaya (budak) dimata tuannya. Atau bagaikan tawanan yang tidak berdaya karena itu isteri tidak berhak mempergunakan harta-harta suaminya kecuali memperoleh izinnya. Bahkan menurut pendapat mayoritas Ulama bahwa, seorang isteri tidak boleh mempergunakan hartanya juga sekalipun harta itu mutlak miliknya sendiri, kecuali telah mendapat restu suami. Sebab kedudukan Isteri itu seperti orang yang menanggung hutang banyak yang harus membatasi penggunaan hartanya. Selain itu telah kewajiban bagi kaum isteri supaya memiliki sikap pemalu terhadap suaminya sepanjang waktu. Tidak banyak membantah perkataan suami. Merendahkan pandangannya di hadapan suami. Mentaati perintahperintahnya, dan siap mendengarkan kata-kata yang diucapkan suaminya. Menyongsong kedatangan suami dan mengantarkannya ketika hendak keluar rumah. Menampakkan rasa cinta dan bergembira dihadapannya. Menyerahkan dirinya secara penuh di sisi suaminya ketika di tempat tidur. Termasuk perkara penting yang perlu mendapat perhatian kaum isteri adalah, hendaknya selalu memperhatikan kebersihan mulutnya, baik dengan cara di gosok dalam berbagai waktu, menggunakan misik atau wewangian lain. Membersihkan pakaian, selalu bersolek di hadapan suami sebaliknya tidak berhias jika suami sedang pergi. Al Ashmu’i menceritakan pengalamannya ketika berjalan-jalan di suatu dusun. Katanya, suatu hari aku melihat seorang wanita di suatu desa. Ia berpakaian merah menyala, semua semua kukunya dikenakan pacar dan tangannya menggenggam tasbih. Al Ashmu’i bergumam : Alangkah indahnya wanita itu, hampir tidak ada keindahan yang melebihinya. Setelah mengetahui sapaanku, ia bersair : Demi Allah sesungguhnya aku mempunyai seorang kawan yang akrab yang tidak dapat kutinggalkan sewaktu-waktu aku bercengkerama bersama dirimu Al Ashmu’i melanjutkan, sekarang aku tahu bahwa, wanita itu ternyata seorang isteri yang solehah. Ia mempunyai suami dimana ia selalu berhias untuk menyenangkan dirinya. Selanjutnya, seorang isteri hendaknya menjauhkan diri dari sikap berkhianat terhadap suami. Baik berkhianat ketika ditinggal suami, saat di tempat tidur atau berkhianat pada hartanya. “Tidak dihalalkan bagi seorang isteri memberikan makanan dari rumah suaminya kecuali mendapat izinnya. Kecuali berupa makanan basah (yang kadar airnya tinggi) yang dikhawatirkan busuk. Kalau seorang isteri memberi makanan tanpa memperoleh izin suaminya, maka suaminya yang mendapat pahala dan ia sendiri mendapat dosa. (al-hadits). Seorang isteri juga harus menghormati keluarga suaminya, kerabat-kerabatnya kendati hanya dengan ucapan. Hendaknya isteri dapat menempatkan dirinya dalam memandang perkara yang sedikit yang dimiliki suami sebagai perkara yang banyak. Tidak menolak jika diajak tidur bersama, kendati saat itu ia sedang berkendaraan. Ibnu Abas mengatakan, Aku mendengar Rasululloh S.A.W bersabda :“Seandainya seorang istri menjadikan seluruh waktu malamnya untuk beribadah dan siangnya selalu berpuasa, sementara suaminya mengajak dia tidur bersama (yakni bersetubuh) tetapi ia terlambat sebentar saja memenuhi panggilan (ajakannya), maka kelak di hari kiamat ia datang dalam keadaan terantai dan terbelenggu, serta ia dikumpulkan bersama syetan ditempat neraka yang paling bawah. (al-hadist) Perlu sekali diketahui, hendaknya seseorang apabila hendak bersetubuh menjauhkan diri dari pandangan orang lain. karena termasuk diharamkan bersetubuh dilihat orang lain. termasuk dalam kategori ini adalah persetubuhan yang dilakukan ditempat terbuka, tidak tertutup dari pandangan orang lain. Disunnahkan bagi orang yang hendak bersetubuh memulai dengan membaca Bismillahir rahmaanir rahiim, dilanjutkan membaca surat AL-Ikhlas, kemudian bertakbir dan bertahlil (yakni membaca ALLAHU Akbar dan Laa ilaahaa illallah). dilanjutkan membaca : “Bismillahil „aliiyil „adhimi Allahumma Ij”al Annuthfata Dzurriyyatan Thoyyibatan In Kunta Qodarta An Tukhrija Dzaalika Min Shulbii. ” Artinya ; “Dengan nama Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Wahai Allah, jadikanlah sperma ini menjadi keturunan yang bagus kalau kehendaki keluar dari tulang rusukku. ” Rasulullah S.A.W mengajarkan : “Lau Anna Ahadakum Inna Ataa Ahlahu Qoola: Allohumma Jannibnisysyaithoona Wa Jannibisysyaithoona Maa Rojaqtanaa. ” (AL-HADIST) Artinya; “Jika seorang diantara kamu bermaksud menyetubuhi istrinya , bacalah : “Allahumma Jannibnisysyaithoona Wa Jannibisysyaithoona Maa Rojaqtanaa (Wahai Allah Jauhkanlah Aku Dari Syaitan Dan Jauhkanlah Syaitan Dari Suatu Rizqi Yang Engkau Berikan Kepada Kami ). Karena Jika Dalam Waktupersetubuhan Itu Menghasilkan Anak, Maka Syetan Tidak Akan Membahayakannya. Apabila telah mendekati ejekulasi dan maka hendaknya membaca doa dalam hati yaitu “Alhamdulillahilladzii Kholaqo Minalmaai Basyaron Faja’alahu Nasaban Washihron Wakaana Robbuka Qodiiron“. artinya segala puji bagi Allah dzat yang telah menciptakan manusia dari setetes air (sperma) lalu dia menjadikan dari setetes air itu keturunan dan keluarga. dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa. Sewaktu bersetubuh hendaknya menghindari menghadap ke arah kiblat. Hal itu semata untuk menghormati kiblat hendaknya dalam bersetubuhan antara laki-laki dan wanita di tutup dengan selimut. hendaknya seorang istri jangan berpuasa (sunnah) selain telah memperoleh ijin suaminya. kalaupun tetap berpuasa tanpa mendapatkan ijinnya maka puasanya tidak di terima, kendati ia lapar dan dahaga saja. seorang istri hendaknya pula jangan pula keluar rumah kecuali memperoleh ijin suami. kalau terpaksa keluar rumah tanpa memperoleh ijinnya maka para malaikat yang ada dilangit melaknatinya, demikian pula para malaikat yang bertugas di bumi, malaikat rahmat dan malaikat juru siksa. hal itu terus berlangsung hingga dirinya bertaubat atau kembali kerumahnya. bahaya itu akan berlaku menimpa dirinya sekalipun suaminya seorang yang aniaya.

Keharusan Memelihara Diri dan Keluarga

Keharusan Memelihara Diri Dan Keluarga Tersebut dalam firman Allah Surat Al Tahrim ayat 6: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu keluargamu dari api neraka. Dalam menafsirkan ayat tersebut, Ibnu Abas Ra mengatakan, ”Berikanlah pengertian kepada mereka dan didiklah mereka “ yakni tentang syariah Islam dan akhlak-akhlak yg baik. Tersebut dalam riwayat dijelaskan : “Sesungguhnya di antara manusia yang paling keras menerima siksaan kelak di hari kiamat adalah orang yang memperbodoh keluarganya, (yang sengaja membentuk keluarganya menjadi bodoh). (al-hadits) Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Ra dari Nabi S.A.W, bahwa beliau bersabda yang artinya : “Setiap kamu sekalian adalah penggembala dan kelak akan ditanya tentang penggembalaannya. Imam adalah penggembala dan kelak dimintai tanggung jawab atas penggembalaan (kepemimpinan)nya. Suami adalah pemimpin keluarganya dan kelak dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinan (rumah tangganya). Isteri adalah pengatur di rumah suaminya, kelak akan diminta pertanggungjawaban tentang pengaturannya (di rumah suaminya). Pembantu adalah pelaksana dalam menjalankan pertanggungjawaban tentang pelaksanaannya. Anak lelaki adalah penjaga harta kekayaan orangtuanya dan kelak akan diminta pertanggungjawaban tentang penjagaannya. Jadi kalian semua adalah penggembala dan kelak kalian akan diminta pertanggungjawaban atas penggembalaannya. (riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim dan Abu Dawud). Rasulullah S.A.W bersabda yang artinya:”Takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah dalam urusan wanita, karena mereka adalah merupakan amanat bagimu. Barangsiapa tidak menyuruh isterinya menunaikan shalat dan tidak mengajarinya, berarti telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya. (al-hadits). Di antara akhir kata-kata yang dipesankan oleh Rasulullah S.A.W yang diulang tiga kali hingga lisannya terasa sulit berkata dan sangat berat, adalah: “Peliharalah shalat, peliharalah shalat (mu) dan apa saja yang ada pada kekuasaanmu. Janganlah kamu membebani mereka dengan perkara yang mereka tidak mampu menanggungnya. Takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah dalam urusan isteri-isterimu, sesungguhnya mereka adalah tawanan yang ada dalam kekuasaanmu. Kamu mengambil mereka dengan amanat Allah, dan kamu mengambil kehalalan farji mereka dengan firman-firman Allah. (al-hadits). Firman Allah dalam surat Thaaha ayat 132 : “dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat. Diriwayatkan dari Nabi S.A.W bahwa beliau bersabda, yang artinya: “tidak ada dosa yang lebih besar yang kelak di hari kiamat dibawa seseorang menghadap kepada Allah, daripada orang yang membuat keluarganya menjadi bodoh. ” Rasulullah S.A.W bersabda, yang artinya: “Pertama kali perkara yang dipertanggung jawabkan kepada seseorang di hari kiamat adalah keluarganya (yakni isteri) dan anak-anaknya. Mereka berkata, wahai Tuhan kami, ambillah hak-hak kami (tanggung jawab) kami dari orang ini, karena sesungguhnya dia tidak mengajarkan kepada kami tentang urusan agama kami. Ia memberi makan kepada kami berupa makanan dari hasil yang haram, dan kami tidak mengetahui. Maka orang itu dihantam (disiksa) lantaran mencari barang yang haram, sehingga terkelupas dagingnya, kemudian dibawa ke neraka. (alhadits).

Wasiat dan Pengajaran Suami

Wasiat Dan Pengajaran Suami Ketahuilah bahwa, setiap suami hendaknya pandai-pandai memberi pengajaran atau wasiat-wasiat kebajikan kepada isterinya. Rasulullah S.A.W mengingatkan : “Mudah-mudahan Allah merahmati seorang suami yang mengingatkan isterinya, „hai istriku, jagalah shalatmu, puasamu, zakatmu. kasihanilah orang- orang miskin di antaramu, para tetanggamu. mudah-mudahan allah mengumpulkan kamu bersama mereka di surga. ” Hendaknya seorang suami selalu memperhatikan nafkahnya sesuai dengan kesanggupannya. Hendaknya suami selalu bersabar jika menerima cercaan isterinya, atau perlakuan-perlakuan tidak baik lainnya. Hendaknya suami mengasihani isterinya, yaitu dengan bentuk memberi pendidikan secara baik, kendati ia seorang terpelajar. Sebab kaum wanita bagaimanapun diciptakan dalam keadaan serba kurang akal dan tipis beragama (kecuali hanya sedikit saja yang mempunyai akal panjang dan beragama kuat). Tersebut dalam hadits: “Kalaulah bukan karena Allah membuatkan penutup rasa malu bagi kaum wanita, niscaya harganya tidak dapat menyamai segenggam debu. (alhadits). Hendaknya seorang suami selalu menuntun isterinya pada jalan-jalan yang baik. Memberi pendidikan kepadanya berupa pengetahuan agama (Islam), meliputi hukum-hukum bersuci (Thaharah) dari hadats besar. Misalnya tentang haid dan nifas. Seorang isteri harus diberi pengetahuan tentang persoalan yang sangat penting itu. Sebab bagaimanapun masalah itu berhubungan erat dengan waktu-waktu shalat. Demikian pula memberikan pengajaran terhadap masalah ibadah. Meliputi ibadan fardhu (wajib) dan sunnahnya. Pengetahuan tentang shalat, zakat, puasa dan haji. Jika seorang suami telah memberi pendidikan tentang persoalan pokok tersebut, maka isteri tidak dibenarkan keluar rumah untuk bertanya kepada ulama. Tetapi kalau pengetahuan yang dimiliki suami tidak memadai, sebagai gantinya maka ia sendiri yang harus siap untuk selalu bertanya kepada ulama (orang yang mengerti ilmu agama). Artinya, isteri tetap tidak diperkenankan keluar rumah. Namun, kalau suami tidak mempunyai untuk bertanya, maka isteri dibenarkan keluar rumah untuk bertanya tentang persoalan agama yang dibutuhkan. Hal itu malah menjadi kewajibannya, dan bahkan kalau suaminya melarang keluar berarti telah melakukan kamaksiatan (dosa). Tetapi isteri harus meminta izinnya lebih dulu jika sewaktu-waktu hendak belajar mengenai ilmu-ilmu tersebut. Isteri harus memperoleh keridhaan suaminya.

Hak Isteri atas Suami

Hak-hak Istri Terhadap Suami Allah S.W.T berfiman sebagaimana tersebut dalam Surat An-Nisaa:19 : “ Dan pergauilah mereka (istri-istrimu) dengan baik “ Yang dimaksud adalah pergaulan secara adil. Baik dalam pembagian giliran (kalau kebetulan polygami), pemberian belanja dan berperangai baik dalam ucapan dan tindakan. Dalam Surat Al-Baqoroh ayat 228 diterangkan : “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami mempunyai suatu tingkatan kelebihan daripada istrinya. ” Diriwayatkan dari nabi S.A.W bahwa, saat beliau menunaikan haji wada’ belau bersabda : Setelah beliau memuji Allah S.W.T dan menyanjungNya serta memberi petuah pada kaum muslimin yang hadir, Beliau melanjutkan sabdanya: “Ingatlah, berikanlah wasiat kepada para wanita secara baik, karena mereka hanyalah sebagai tawanan dihadapanmu. Sesungguhnya kalian tidak memiliki apapun dari mereka kecuali kebaikan. kecuali jika mereka itu (wanita) datang dengan membawa perbuatan buruk yang jelas. Kalau wanita melakukan perbuatan tercela, maka berpisahlah sebatas tempat tidur dan pukullah dengan pukulan yang tidak membahayakan. Kalau istrimu mentaati maka kamu jangan mencari alasan lain untuk mengusiknya. Ingatlah sesungguhnya kamu mempunyai hak atas istri dirimu. Diantara hak kalian atas istri-istrimu adalah melarang istrimu menggelar tikarmu terhadap orang yang tidak kamu sukai dan tidak mengijinkan istri-istrimu memasukkan orang yang tidak kamu sukai. Ingatlah, bahwa diantara hak-hak istrimu adalah memberi pakaian yang baik kepadanya dan demikian pula dalam hal makanannya. ” Rasulullah S.A.W bersabda, Artinya: “ Hak istri atas suami adalah memberi makan kepadanya jika ia (suami) makan, memberi pakaian kepadanya apabila ia (suami) berpakaian, dan jangan menampar wajah, jangan menjelek-jelekkan dan jangan membiarkan (memisahkannya) kecuali dalam hal tempat tidur. (riwayat Thamrani dari Muawiyah bin Haidah). Rasulullah S.A.W bersabda: “Siapapun orang laki-laki yang menikahi seorang wanita dengan maskawin yang hanya sedikit atau banyak, tetapi drinya berniat untuk tidak memenuhi hak-hak istri (yakni bermaksud menipunya) lalu lelaki itu mati hingga belum pernah memenuhi hak-hak istrinya, maka dihari kiamat kelak ia akan menghadap Allah S.W.T dengan menyandang predikat sebagai pezina.” Rasulullah S.A.W bersabda : ”Sesunguhnya diantara kesempurnaan keimanan orang mukmin adalah mereka yang lebih bersikap kasih sayang (berlaku lemah lembut) terhadap istrinya. ” (riwayat Turmudzi dan Hakim dari Aisyah). Rasulullah S.A.W bersabda: “ Sebaik-baik orang diantara kamu adalah mereka yang paling bagus terhadap istri-istrinya. Dan aku adalah orang yang terbaik diantaramu terhadap keluarga (istri-istri)ku. ” (Riwayat Ibnu Hibban). Dalam riwayat lainnya dikatakan : “ Sebaik-baik orang diantara kamu adalah mereka yang paling bagus terhadap istri-istrinya, dan aku adalah orang yang lebih bagus diantaramu terhadap istri-istriku. ” Rasulullah S.A.W bersabda : “ Barang siapa bersabar atas keburukan kelakuan istrinya maka Allah S.W.T akan memberi pahala kepadanya seperti pahala yang pernah diberikan Allah S.W.T kepada Nabi Ayyub AS atas cobaan yang diterimanya. Dan barang siapa bersabar atas keburukan kelakuan suaminya maka Allah S.W.T memberi pahala kepadanya seperti pahala yang pernah diberikan kepada Asiyah istri Fir’aun. ”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai