kedudukan kaum istri Dalam Firman Allah S.W.T Surat An-Nisa’ ayat ke 32 : “LIRRIJAALI NASHIIBUN MIMMAA IHTASABUU WALINNISAAI NASHIIBUN MIMMAA IKTASABNA” Artinya: ”Bagi orang laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi mereka wanita ada bagian dari apa yang mereka usahakan. ” Yang dimaksud adalah pahala yang diberikan Allah S.W.T kepada kaum lelakiLanjutkan membaca “Uqudul Jain # Bab 10”
Arsip Penulis:NUN78
Uqudul Jain # Bab 9
hak suami atas istri Rasululloh S.A.W bersabda : “AYYUMAA IMROATIN MAA TAT WAZAUJUHAA ‘ANHAA ROODHIN DAKHOLATILJANNATA” Artinya: ”Siapa saja kaum wanita (istri) yang mati sedangkan suaminya meridhoinya, maka kelak ia masuk surga. ” (Diriwayatkan Tirmizdi Ibnu Majah, Hakim dari Ummu Salamah). Rasululloh S.A.W bersabda : “IDZAA SHOLLATILMARATIU KHOMSAHAA WASHOOMAT SYAHROHAA WAFIDHOT FARJAHAA WA ATHOO’AT ZAUJAHAALanjutkan membaca “Uqudul Jain # Bab 9”
Uqudul Jain # Bab 8
hak suami atas istri Firman Allah dalam surat An-Nisaa’ Ayat 34 : Artinya : ”Kaum laki-laki itu adalah pemimpin kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita) dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta meraka. Sebab itu maka wanita yang sholihah adalah yang taat kepada Allah lagiLanjutkan membaca “Uqudul Jain # Bab 8”
Uqudul Jain # Bab 7
keharusan memelihara diri dan keluarga Tersebut dalam firman Alloh Surat Al Tahrim ayat 6: “YAA AYYUHAL LADZI AAMANUU QUUU ANFUSAKUM WA AHLIIKUM NAAROON” Artinya: Hai orang-orang yg beriman, peliharalah dirimu keluargamu dari api neraka. Dalam menafsirkan ayat tersebut, Ibnu Abas Ra mengatakan, ”Berikanlah pengertian kepada mereka dan didiklah mereka “ yakni tentang syariah Islam danLanjutkan membaca “Uqudul Jain # Bab 7”
Uqudul Jain # Bab 6
kisah, wasiat dan pengajaran suami Ada seorang salih, ia mempunyai saudara (kawan) yang salih pula. Setiap tahun ia berkunjung kepadanya. Suatu hari ia mengunjunginya lagi, sampai ke rumah yang dituju pintunya masih tertutup. Ia ketuk pintu rumah itu. Dari dalam terdengar suara wanita: “SIAPA ITU?” Orang yang salih menjawab: “AKU, SAUDARA SUAMIMU. AKU DATANG UNTUKLanjutkan membaca “Uqudul Jain # Bab 6”
Uqudul Jain # Bab 5
bab 5 Usaha iblis belum berhenti sampai disitu. Ia kembali menghadap Allah S.W.T seraya memohon agar diberi kekuasaan untuk mencoba Nabi Ayyub AS melalui anak-anaknya. Allah berkata: ”Silakan, pergilah. Aku memberi kekuasaan penuh kepadamu untuk mencoba Ayyub melalui anak-anaknya. ” Iblis berangkat. Yang dituju adalah gedung tempat anak-anak Nabi Ayyub As berlindung di bawahnya. GedungLanjutkan membaca “Uqudul Jain # Bab 5”
Uqudul Jain # Bab 4
Hak istri terhadap suami Rasulullah S.A.W bersabda: “KHOIRUKUM KHOIRUKUM LIAHLIHII WA ANA KHOIRUKUM LI AHLII. ” Artinya : “ Sebaik-baik orang diantara kamu adalah mereka yang paling bagus terhadap istri-istrinya. Dan aku adalah orang yang terbaik diantaramu terhadap keluarga (istri-istri)ku” (Riwayat Ibnu Hibban). Dalam riwayat lainnya dikatakan : Artinya : “ Sebaik-baik orang diantara kamuLanjutkan membaca “Uqudul Jain # Bab 4”
Uqudul Jain # Bab 3
Hak isteri terhadap suami Rasululloh S.A.W bersabda, Artinya: “ Hak istri atas suami adalah memberi makan kepadanya jika ia (suami) makan, memberi pakaian kepadanya apabila ia (suami) berpakaian, dan jangan menampar wajah, jangan menjelek-jelekkan dan jangan membiarkan (memisahkannya) kecuali dalam hal tempat tidur. (riwayat Thamrani dari Muawiyah bin Haidah). Rosulloh S.A.W bersabda: “AYYUMAA ROJULIN TAZAWWAJALanjutkan membaca “Uqudul Jain # Bab 3”
Uqudul Jain # Bab 2
Hak isteri terhadap suami Rasululloh S.A.W bersabda, Artinya: “ Hak istri atas suami adalah memberi makan kepadanya jika ia (suami) makan, memberi pakaian kepadanya apabila ia (suami) berpakaian, dan jangan menampar wajah, jangan menjelek-jelekkan dan jangan membiarkan (memisahkannya) kecuali dalam hal tempat tidur. (riwayat Thamrani dari Muawiyah bin Haidah). Rosulloh S.A.W bersabda: “AYYUMAA ROJULIN TAZAWWAJALanjutkan membaca “Uqudul Jain # Bab 2”
‘Uqudul Jain # Bab 1
Hak istri terhadap suami Alloh S.W.T berfiman sebagaimana tersebut dalam Surat An-Nisaa ; Ayat 19: “WA ‘AASYIRUUHUNNA BILMA’RUUFI” Artinya : “ Dan pergauilah mereka (istri-istrimu) dengan baik “ Yang dimaksud adalah pergaulan secara adil. Baik dalam pembagian giliran (kalau kebetulan polygami), pemberian belanja dan berperangai baik dalam ucapan dan tindakan. Dalam Surat Al-Baqoroh ayat 228 diterangkan ArtinyaLanjutkan membaca “‘Uqudul Jain # Bab 1”
