Terjemah Kitab ‘Uqud al-Lujain fi Bayani Huquq al-Zaujain (شرح عقود اللجين في بيان حقوق الزوجين) شرح عقود اللجين في بيان حقوق الزوجين شرح عقود اللجين في بيان حقوق الزوجين اَلسَلامُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اَللهِ وَبَرَكاتُهُ الْحَمْدُ للهِ حَمْدًا نَسْتَفْتِحُ بِهِ الْخَيْرَاتِ وَالنُّصْرَةَعَلَىتَحْصِيْلِالنَّفَحَاتِْ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِالْبَرِيَّاتوَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الأَئِمَّةِ الثِّقَاتِْ أَمَّاLanjutkan membaca “Uqudul Jain # Muqaddimah”
Arsip Kategori: Tidak Dikategorikan
Risalah Qusyairiyyah# BAB 5 – Para Tokoh Sufi
Pengantar Bab 5 Ketahuilah, ummat Islam setelah periode Rasulullah saw. tidak memiliki suatu nama tertentu pada masa mereka, kecuali sebagai sahabat Rasulullah saw. Sebab, tidak ada lagi yang mengungguli keutamaan mereka, lalu mereka disebut sebagai “Sahabat”. Pada periode ke dua, mereka yang berguru kepada para sahabat itu disebut sebagai “Tabi’in”, sebagai suatu nama yang sangatLanjutkan membaca “Risalah Qusyairiyyah# BAB 5 – Para Tokoh Sufi”
Risalah Qusyairiyyah# BAB 4 – Kondisi Ruhani Dan Karomah
Karamah Para Wali Munculnya karamah bagi para Wali adalah sesuatu yang berkenan. Dalil atas perkenannya:“Bahwa munculnya karamah tersebut merupakan perkara yang kejadiannya irrasional. Munculnya tidak menghilangkan dasar-dasar prinsipal agama. Maka salah satu Sifat Wajib Allah swt. adalah Al-Qudrat (Kuasa) dalam mewujudkan karamah. Apabila Allah Maha Kuasa mewujudkannya, maka tak satu pun bisa menghalangi kewenangan munculnyaLanjutkan membaca “Risalah Qusyairiyyah# BAB 4 – Kondisi Ruhani Dan Karomah”
Risalah Qusyairiyyah# Bab 3
BAB 3 – Tahapan Para Penempuh Jalan “Sufi” Tobat “Bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.”(Qs. An-Nuur: 31). Diriwayatkan dari Anas bin Malik (10 H-93 H/612 M – 712 M) dari suku Khazraj golongan Anshar. Meriwayatkan 2286 hadis. Lahir di Madinah dan kemudian pergi ke Damaskus dan meninggal di Bashrah),Lanjutkan membaca “Risalah Qusyairiyyah# Bab 3”
Risalah Qusyairiyah# Bab 2
BAB 2 – Makna Rahasia Istilah Dalam Tasawuf Terminologi Tasawuf Ketahuilah, bahwa setiap golongan dari para ulama mempunyai terminologi praktis yang selalu menjadi patokan. Mereka, dengan penggunaan kata-kata tersebut, melakukan internalisasi yang berbeda dengan lainnya, sebagaimana mereka sepakati untuk tujuan mereka, agar dipahami kelompok massanya, atau terpaku pada makna-maknanya secara global. Mereka menggunakan kata-kata yangLanjutkan membaca “Risalah Qusyairiyah# Bab 2”
Risalah Qusyairiyyah# Bab 1
Prinsip-Prinsip Tauhid Dalam Pandangan Kaum Sufi Ketahuilah, para syeikh golongan Sufi telah membangun kaidah-kaidah mereka di atas prinsip tauhid yang shalih. Mereka telah membuat kaidah ini jauh dari bid’ah, relevan dengan ajaran tauhid yang telah diwariskan oleh generasi Salaf dan Ahi Sunnah. Tak ada rekayasa atau penyimpangan di dalamnya. Mereka mengetahui yang menjadi Hak Allah,Lanjutkan membaca “Risalah Qusyairiyyah# Bab 1”
Risalah Qusyairiyyah#Daftar isi
Daftar Isi Bab 1.Prinsip-Prinsip Tauhid Dalam Pandangan Kaum Sufi 1. Ma’rifatullah2. Sifat-Sifat3. Iman4. Rezeki5. Arasy6. Allah SWT Yang Haq Bab 2.Makna Rahasia Istilah Dalam Tasawuf 1. Waktu2. Maqam3. Haal4. Qabdh Dan Basth5. Haibah Dan Uns6. Twajud, Wujd Dan Wujud7. Jam’ Dan Farq8. Fana’ Dan Baqa’9. Ghaibah Dan Hudhur10. Shahw Dan Sukr11. Dzauq Dan Syurb12. MahwLanjutkan membaca “Risalah Qusyairiyyah#Daftar isi”
Risalah Qusyairiyyah#Muqaddimah
Mukkadimah Bismillahir RahmaanirRahiim. Segala puji bagi Allah Yang Maha Tunggal dengan Keagungan Diraja-Nya, dan Maha Esa dengan Keindahan Kekuasaan-Nya, Perkasa dengan Keluhuran Ahadiyah-Nya, Maha Suci dengan Ketinggian Shamadiyah-Nya. Maha Besar dalam Dzat-Nya dari segala cakrawala setiap yang memandang-Nya, dan bersih dalam Sifat-sifat-Nya dari segala bentuk dan proyeksi. Bagi-Nya, Segala Sifat-sifat yang khusus bagi Diri-Nya, danLanjutkan membaca “Risalah Qusyairiyyah#Muqaddimah”
Washoya#Penutup
Pelajaran Terakhir KEISTIMEWAAN MEMBACA SURAH AL IKHLAS Diriwatkan bahwa jika Nabi saw. sakit, maka beliau saw. membaca surah Al-Ikhlas dan Al-Muawwidzatain, kemudian meniupkanya kedua telapak tanganya dan mengusapkan keduanya keseluruh tubuhnya sebelum ia tidur. Membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 1.001 kali dalam satu majelis dengan mengawali setiap bacaanya dengan kalimat Basmalah dan ia tidak memisahkan bacaanya dengan pembicaraanLanjutkan membaca “Washoya#Penutup”
Washoya#20
Pelajaran 20 WASIAT TERAKHIR Wahai anakku, perbanyaklah tadarus Al-Quran dan hafalkan ayat-ayat yang mulia. Jangan sekali-kali engkau membaca Al-Qu’ran, tanpa merenungkan makna kandunganya. apabila engkau menemui kesulitan dalam menemukan makna salah satu ayatnya, maka kajilah kembali kitab-kitab tafsir atau datang kapada seorang ahli untuk meminta penjelasannya.Wahai anakku, jauh sekali perbedaan antara orang yang membaca Al-Quran,Lanjutkan membaca “Washoya#20”
